Spirit Kalteng

Regulasinya Sering Berubah, Mau Diwawancara Korwil BGN Lari Tinggalkan Awak Media

33
×

Regulasinya Sering Berubah, Mau Diwawancara Korwil BGN Lari Tinggalkan Awak Media

Sebarkan artikel ini
Regulasinya Sering Berubah, Mau Diwawancara Korwil BGN Lari Tinggalkan Awak Media
BAHAS MBG- Koordinasi Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DPTMPTSP, dan Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Palangka Raya, Senin (6/10).FOTO TABENGAN/ANITA WIDYANINGSIH

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Masalah koordinasi kembali menjadi sorotan dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DPTMPTSP, dan Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Palangka Raya, Senin (6/10). Pertemuan ini juga dihadiri 17 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Palangka Raya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan menegaskan, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci keberhasilan program penyediaan pangan bergizi.

“Pertama, yang ditekankan adalah saling kolaborasi. Antara BGN, dapur SPPG, Dinas Kesehatan, hingga pihak Puskesmas di wilayah masing-masing. Harapannya, dengan kolaborasi yang baik, bisa mengendalikan hal-hal yang merugikan banyak pihak” ujarnya.

Meski begitu, tantangan di lapangan masih terasa bagi para mitra pelaksana SPPG. Mila, perwakilan SPPG Menteng 04, menyebut komunikasi dengan BGN relatif baik, namun perubahan regulasi yang kerap terjadi membuat proses di lapangan cukup menantang.

“Koordinasi dengan BGN masih bagus, cuma karena BGN ini juga masih badan baru, regulasinya sering berubah. Jadi kami mitra kadang agak terengah-engah juga, karena setelah satu aturan diberlakukan, bisa tiba-tiba ada yang baru lagi,” jelas Mila.

Ia menambahkan, proses perizinan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) seharusnya dilakukan sejak awal sebelum dapur SPPG beroperasi, agar tidak menghambat jalannya kegiatan.

“Hal-hal seperti SLHS itu seharusnya diurus sejak awal sebelum running. Tapi kami memahami karena BGN juga masih proses adaptasi. Hanya ke depan mungkin bisa lebih sejajar dan koordinatif antara mitra, kepala SPPG, dan BGN,” katanya.

Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya menekankan pentingnya pemetaan ulang dapur SPPG dan titik sekolah agar tidak terjadi tumpang tindih wilayah kerja.

“Kalau bisa dipetakan ulang, jangan sampai dapur ada di kecamatan mana, tapi sekolah yang dilayani di kecamatan lain,” katanya.

Sementara itu, saat ingin dikonfirmasi Korwil BGN Palangka Raya, Nur Izzah Dinillah, enggan memberikan keterangan kepada awak media terkait persoalan koordinasi ini.

Ia hanya menyebut masih ada agenda pertemuan lanjutan dan langsung berlari meninggalkan lokasi dan menghindari awak media. nws