PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery menyoroti pentingnya infrastruktur yang memadai di tengah cuaca ekstrem seperti intensitas hujan tinggi dan angin kencang yang kini terjadi di Kota Palangka Raya.
Permasalahan infrastruktur memerlukan perhatian berkelanjutan guna mengantisipasi bencana seperti banjir. Dengan luas wilayah mencapai 2.853 km persegi, Palangka Raya membutuhkan pengelolaan dan pengembangan infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, dan drainase secara berkesinambungan.
“Kota Palangka Raya, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah saat ini tengah menghadapi intensitas hujan yang cukup tinggi. Hujan lebat yang sering disertai angin kencang menjadi tantangan tersendiri,” katanya, Selasa (7/1).
Khemal menilai infrastruktur di kawasan perkotaan sudah cukup memadai. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan agar infrastruktur tersebut dapat difungsikan dengan optimal. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melalui partisipasi aktif masyarakat.
“Saat ini kondisi infrastruktur di perkotaan sudah cukup baik dan memadai. Namun, yang perlu ditekankan adalah bagaimana agar infrastruktur yang sudah tersedia dapat difungsikan dengan optimal,” jelasnya.
Ia pun mengimbau camat, lurah, serta RT/RW untuk menggerakkan warganya melalui kegiatan bakti sosial, seperti normalisasi drainase secara rutin. Kegiatan ini, menurutnya, bisa dilakukan sebulan sekali atau setidaknya 10-12 kali dalam setahun.
Permasalahan utama lainnya adalah perilaku masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan. Tindakan ini menyebabkan saluran drainase menjadi dangkal dan tersumbat, sehingga meningkatkan risiko banjir. Termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di tepi jalan agar tidak membuang sampah atau sisa makanan ke saluran drainase.
“Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sangat penting, terutama di musim hujan. Sampah yang menumpuk di drainase dapat menjadi masalah ketika intensitas hujan meningkat,” tegas Khemal.
Palangka Raya sebelumnya telah berhasil meraih Piala Adipura dua kali berturut-turut, sebuah penghargaan yang menunjukkan keberhasilan kota ini dalam menjaga kebersihan dan lingkungan. Khemal berharap prestasi ini dapat terus dipertahankan dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
“Masyarakat, pedagang, dan semua pihak harus bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih. Ini adalah upaya kolektif untuk mencegah banjir dan memastikan fungsi drainase tetap optimal,” tambahnya. nws





