PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- — Upaya serius Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dalam menurunkan angka stunting berbuah manis. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, resmi dikukuhkan sebagai Bapak Asuh GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Wihaji. Pengukuhan tersebut dilaksanakan di Kantor Pusat BKKBN, Jakarta, pada Kamis (10/4) lalu.
Penghargaan bergengsi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif dan nyata Pemko Palangka Raya, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dalam percepatan penanganan stunting di wilayah Kota Cantik. Kolaborasi lintas sektor yang dilakukan selama ini dinilai mampu membawa hasil signifikan dalam menurunkan prevalensi stunting di ibu kota Kalimantan Tengah itu.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi, yang turut hadir mendampingi Wali Kota dalam acara tersebut, menyampaikan rasa bangga atas pengakuan dari pemerintah pusat tersebut. Ia mengaku sejak awal sudah ikut mengawal berbagai program penanggulangan stunting yang dijalankan pemerintah kota.
“Kalau saya melihat secara resmi, mendampingi Pak Wali Kota dalam acara penerimaan penghargaan dari kementerian tersebut, itu adalah bentuk penghargaan bahwa Pak Wali Kota bersama OPD terkait melakukan pengurangan stunting itu dalam kategori tinggi,” ujar Subandi, Sabtu (19/4).
Ia menambahkan, penghargaan ini juga menjadi pemacu semangat untuk terus memperkuat langkah-langkah strategis dalam menekan angka stunting secara lebih agresif ke depannya.
Ia juga menyebut Wihaji juga menyampaikan dukungan penuh kepada Pemko Palangka Raya agar tidak berhenti pada capaian saat ini. Ia menekankan pentingnya kesinambungan program, serta memperluas sasaran intervensi.
“Pak Menteri juga mendorong Pak Wali Kota agar terus-menerus melakukan upaya tersebut, sehingga pada akhirnya stunting di Kota Palangka Raya bisa menurun drastis,” katanya.
Salah satu langkah terbaru dari kementerian adalah rencana perluasan program pemberian makanan bergizi, yang kini tak hanya menyasar siswa sekolah, tapi juga akan menyentuh ibu hamil. Menteri Wihaji menyebut, sebanyak 10 persen dari total bantuan makanan bergizi akan dialokasikan khusus untuk para ibu hamil.
“Nanti akan ada program makanan bergizi juga untuk ibu-ibu hamil. Rencananya 10 persen dari makanan bergizi gratis itu akan diberikan kepada ibu hamil. Ini penting agar kesehatan ke depan lebih terjamin,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Subandi menyatakan keyakinannya bahwa Wali Kota Fairid Naparin akan menindaklanjuti arahan tersebut dengan cepat dan serius. Ia menyebut Dinas Kependudukan dan OPD terkait lainnya sudah siap merancang implementasi teknis program tersebut di lapangan.
“Ini tentu akan ditindaklanjuti secara real melalui ketentuan yang ada. Saya yakin Pak Wali akan serius dalam pelaksanaannya,” katanya. nws





