SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Warga RT 22 RW 03, Jalan Kembali 4, Kelurahan Ketapang, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendadak heboh setelah ditemukan sebuah benda diduga granat di sebuah barak kosong, Sabtu (29/11).
Temuan itu baru dilaporkan pada Senin (1/12) malam. Dalam waktu singkat, lokasi dipadati aparat kepolisian bersama tim penjinak bom yang langsung melakukan sterilisasi dan pemeriksaan.
Puluhan personel dari Polres Kotim, Polsek Ketapang, Batalyon B Pelopor Brimob Kalteng, Gegana, serta sejumlah aparat lainnya diterjunkan ke lokasi untuk memastikan keamanan lingkungan sekitar.
Barak tempat ditemukannya granat diketahui telah kosong sekitar tujuh tahun. Terakhir kali bangunan itu dihuni oleh satu keluarga pada 2017.
Muji Burhan (52), pemilik barak, menuturkan bahwa benda tersebut ditemukan oleh anaknya saat bermain di salah satu kamar yang sudah lama tidak ditempati.
“Awalnya anak-anak bermain di dalam barak lalu menemukan benda itu. Mereka mengira mainan, jadi dibawa keluar. Kami juga tidak tahu kalau itu berbahaya,” ujarnya, Selasa (2/12).
Ia menyebut barak terakhir dihuni almarhum Iwan, pria asal Kabupaten Kapuas yang bekerja sebagai pedagang barang secara online. Iwan meninggal pada 2017, dan istrinya pindah tanpa membawa seluruh barang peninggalan suaminya.
Menurut Muji, Iwan dikenal gemar mengoleksi benda-benda antik. “Dia suka kumpulkan barang antik seperti keris, pisau zaman dulu, pedang. Termasuk yang ditemukan kemarin itu. Katanya juga ada minyak-minyakan,” jelasnya.
Selain granat, petugas juga mengamankan beberapa benda lain yang diduga bagian dari koleksi almarhum, meski Muji tidak mengetahui pasti apa saja barang yang dibawa.
“Tahu saya hanya barang-barang antiknya itu. Sisanya sudah dibawa polisi,” katanya.
Terkait kondisi granat, petugas disebut belum dapat memastikan apakah masih aktif atau tidak.
“Mereka bilang belum bisa memastikan. Dibawa dulu ke markas Brimob untuk diteliti. Dari keterangan sementara memang granat, tapi sepertinya granat lama,” ucapnya.
Muji menegaskan bahwa selama hidup, Iwan tidak pernah menunjukkan perilaku mencurigakan.
“Orangnya biasa saja, baik. Tidak pernah ada gerak-gerik yang aneh. Setahu saya, dia hanya suka mengoleksi barang,” tambahnya. ist











