Spirit Kalteng

HUJAN SETIAP HARI-Waspada, Atmosfer Kalteng Berubah-ubah!

65
×

HUJAN SETIAP HARI-Waspada, Atmosfer Kalteng Berubah-ubah!

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI/NET

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) selama satu pekan ke depan. Berdasarkan analisis meteorologis, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Kalteng diperkirakan berada dalam kategori berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, Neng Arini, menjelaskan, secara umum atmosfer di wilayah Kalteng dalam kondisi labil moderat sehingga mendukung pembentukan awan hujan, terutama pada siang hingga malam hari.

“Secara umum, cuaca di Kalimantan Tengah diprakirakan masih berawan hingga hujan ringan. Namun beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (4/12).

BMKG juga memantau beberapa fenomena global yang memengaruhi pola cuaca di Indonesia, termasuk Kalteng.

Madden Julian Oscillation (MJO) saat ini berada pada Fase 8 (Western Hemisphere and Pacific). Kondisi ini tidak berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di Indonesia.

Southern Oscillation Index (SOI) tercatat berada pada nilai +12,5, sehingga berada pada kategori tidak signifikan namun tetap memberikan pengaruh terhadap peningkatan pola konvektif, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, termasuk Kalteng.

BMKG mencatat suhu udara di wilayah Kalteng selama periode prakiraan berada pada kisaran 23°C hingga 32°C, dengan tingkat kelembaban mencapai 60% hingga 100%.

Sementara itu, tekanan udara di wilayah Indonesia umumnya berkisar antara 1006–1015 hPa. Dari hasil pengamatan, pola angin menunjukkan variasi arah berdasarkan posisi wilayah Indonesia.

Untuk wilayah Indonesia bagian utara, angin bertiup dari Timur Laut menuju Barat Daya. Di Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari Selatan menuju Timur.

“Khusus untuk Kalteng, angin dominan bertiup dari Selatan hingga Timur Laut dengan kecepatan 5–15 km/jam,” katanya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama hujan lebat yang berpotensi menimbulkan genangan, banjir lokal, ataupun pohon tumbang di beberapa titik.

“Meski prakiraan cuaca cenderung normal untuk periode ini, masyarakat tetap perlu memperhatikan informasi terbaru BMKG. Kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu,” imbuhnya.

BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut akan terus memperbarui informasi cuaca harian sebagai langkah mitigasi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kalteng. dte

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *