Spirit Kalteng

MUI Kotim Gelar Silahturahmi, Rawat Akidah Ahlussunah wal Jamaah 

17
×

MUI Kotim Gelar Silahturahmi, Rawat Akidah Ahlussunah wal Jamaah 

Sebarkan artikel ini
MUI Kotim Gelar Silahturahmi, Rawat Akidah Ahlussunah wal Jamaah 

Silahturahmi-Pengurus MUI Kotim berfoto bersama usai acara silaturahmi (foto tabengan/Maya Selviani)

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar silahturahmi antar sesama pengurus di Aula Kantor Kemenag Kotim Jalan Kapten Mulyono Sampit, Sabtu (20/12/2025).

Silahturahmi yang digelar tersebut juga bertujuan untuk menjaga dan merawat akidah ahlussunah wal jamaah.

Dalam sambutannya Sekretaris MUI Kotim Mudhlofar mengatakan tujuan kegiatan tersebut selain silahturami dengan pengurus juga dalam upaya menjaga umat dari aliran yang menyimpang. Apalagi menurutnya sejumlah aliran yang telah dinyatakan sesat oleh Pemerintah, kini mulai melakukan praktek kembali di tengah masyarakat.

” Seperti ajaran Dimas Kanjeng dikabarkan praktek kembali, kita khawatir umat Islam terutama di wilayah ini ikut terseret dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan agama,” ujarnya.

Selain itu pertemuan tersebut diharapkannya juga menjadi upaya pihaknya dalam meluruskan akidah ahlussunah wal jamaah dimana setiap hari masyarakat dicekoki dengan berbagai informasi yang terus berkembang di tengah masyarakat.

Sementara itu Kepala Kemenag Kotim yang diwakili oleh Kasubag TU Kemenag Kotim Rabiatul Adawiyah mengapresiasi kepada Majelis Ulama Indonesia Kotim atas peran strategis dan kontribusi besarnya dalam membimbing umat, menjaga akidah, serta merawat persatuan dan kerukunan bangsa.

Menurutnya slaturahmi ini memiliki makna yang sangat penting. Selain sebagai sarana mempererat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Kementerian Agama dan MUI dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Dimana disadari bahwa dinamika sosial saat ini semakin kompleks. Munculnya berbagai paham keagamaan, derasnya arus informasi digital, serta potensi gesekan sosial menuntut adanya peran ulama dan Pemerintah yang saling menguatkan, saling mendukung, dan berjalan seiring sejalan.

“Kami meyakini bahwa MUI memiliki peran sentral sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan tuntunan keagamaan yang menyejukkan dan mencerahkan umat,” ujarnya.

Melalui silaturahmi ini, pihaknya berharap terbangun komunikasi yang semakin intens, koordinasi yang semakin solid, serta kerja sama yang semakin produktif antara Kementerian Agama dan MUI, khususnya dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama, mencegah potensi konflik, serta memberikan edukasi keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin.

“Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan, memperkuat persatuan umat, dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua. Mari kita terus bergandengan tangan untuk mewujudkan kehidupan keagamaan yang damai, rukun, dan berkeadaban,” terangnya.

Sementara itu Bupati Kotim Halikinnor yang diwakili oleh Asisten III Setda Kotim Bima Ekawardhana menambahkan peran ulama dan lembaga keagamaan menjadi sangat strategis dalam memberikan bimbingan , pencerahan dan perlindungan kepada umat.

“Silahturahmi ini merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk menjaga umat agar terhindar dari paham dan aliran yang menyimpang serta meluruskan pemahaman akidah umat agar tetap sejalan dengan nilai-nilai ahlussunah wal jamaah,” pungkasnya. (C-May)