Spirit Kalteng

Natal Hamputan Nyangun Ratja, Angkat Nilai Huma Betang dan Persatuan Keluarga

37
×

Natal Hamputan Nyangun Ratja, Angkat Nilai Huma Betang dan Persatuan Keluarga

Sebarkan artikel ini
Natal Hamputan Nyangun Ratja, Angkat Nilai Huma Betang dan Persatuan Keluarga
HAMPUTAN NYANGUN RATJA-Ratusan jemaat bersuka cita dan penuh kegembiraan mengikuti acara Perayaan Natal Hamputan Nyangun Ratja di Gereja Eklesia, Jalan Yos Sudarso III No. 2, Sabtu (27/12) sore. FOTO TABENGAN/TIO

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ratusan jemaat bersuka cita dan penuh kegembiraan mengikuti acara Perayaan Natal Hamputan Nyangun Ratja di Gereja Eklesia, Jalan Yos Sudarso III No. 2, Sabtu (27/12) sore.

Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan keluarga besar Hamputan Nyangun Ratja sekaligus wujud pelestarian adat dan budaya Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam perayaan keagamaan.

Sejak sore hari, suasana gereja telah dipenuhi jemaat yang hadir dengan mengenakan busana batik khas Kalteng, lengkap dengan lawung dan sumping. Nuansa kearifan lokal terasa kental, sejalan dengan konsep perayaan Natal yang diusung panitia.

Kegiatan diawali dengan penampilan tarian tradisional Dayak yang menyambut para panitia perayaan dan pembuka acara. Iringan musik dan gerak tari yang anggun menciptakan suasana hangat sekaligus sakral, menandai dimulainya rangkaian ibadah Natal.

Natal Hamputan Nyangun Ratja tahun ini mengangkat tema dari Matius 1:21–24, yakni “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.” Adapun subtema yang diusung adalah “Melalui Sukacita Natal Kita Laksanakan Kasih Allah yang Menyelamatkan dalam Memperkuat Persatuan Keluarga di dalam Hamputan Nyangun Ratja.”

Natal Hamputan Nyangun Ratja, Angkat Nilai Huma Betang dan Persatuan Keluarga
HAMPUTAN NYANGUN RATJA-Ratusan jemaat bersuka cita dan penuh kegembiraan mengikuti acara Perayaan Natal Hamputan Nyangun Ratja di Gereja Eklesia, Jalan Yos Sudarso III No. 2, Sabtu (27/12) sore. FOTO TABENGAN/TIO

Ketua Panitia Natal Hamputan Nyangun Ratja, Dedy Heronaldo Thamus, dalam sambutannya bahwa konsep perayaan Natal kali ini mengusung nilai Huma Betang, filosofi hidup masyarakat Dayak yang menekankan kebersamaan, persatuan, dan saling menghormati dalam keberagaman.

“Konsep pelaksanaan Natal Nyangun Ratja adalah Huma Betang. Kita ingin tetap mempertahankan, menjaga, dan melestarikan adat serta budaya Kalimantan Tengah di setiap kegiatan besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian perayaan dirancang untuk mencerminkan identitas budaya lokal. Mulai dari panitia, petugas pelayanan, jemaat, hingga tamu undangan diwajibkan mengenakan pakaian batik khas Kalimantan Tengah. Selain itu, liturgi ibadah dan perayaan Natal disampaikan menggunakan bahasa Dayak Ngaju.

“Puji-pujian Natal, khotbah, hingga kesenian Karungut Dayak Ngaju juga menggunakan bahasa Dayak Ngaju. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk melestarikan budaya daerah dalam kehidupan bergereja,” jelasnya.

Natal Hamputan Nyangun Ratja, Angkat Nilai Huma Betang dan Persatuan Keluarga
Ketua Panitia Natal Hamputan Nyangun Ratja, Dedy Heronaldo Thamus

Sementara itu, Pengurus Hamputan Nyangun Ratja, Salie W. Siram, menyampaikan harapannya agar perayaan Natal ini menjadi sarana mempererat persatuan keluarga lintas generasi.

“Harapan kami sebagai penerus generasi adalah agar kita tetap bersatu dalam keluarga. Saya juga berharap agar setiap tahunnya acara Natal Hamputan Nyangun Ratja ini dapat terus berlangsung,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh jemaat dan warga Hamputan Nyangun Ratja.

“Terima kasih dan bersyukur atas kebersamaan kita malam ini. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan,” tambahnya.

Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Yeni Kresna Tukat, yang menyampaikan khotbah sesuai dengan tema Natal. Dalam khotbahnya, ia menekankan makna kehadiran Kristus sebagai Juruselamat yang membawa keselamatan dan harapan, khususnya bagi keluarga.

Ia mengajak seluruh jemaat untuk menjadi saksi atas kasih dan keselamatan yang diberikan oleh Yesus Kristus.

“Kita dipanggil untuk menjadi saksi Juruselamat Kristus, bukan hanya melalui perkataan, tetapi juga melalui kehidupan kita sehari-hari, dimulai dari keluarga,” pesannya.

Perayaan Natal Hamputan Nyangun Ratja berlangsung dengan penuh sukacita, kehangatan, dan kekhidmatan. Perpaduan antara nilai iman dan budaya lokal menjadikan perayaan ini tidak hanya sebagai ibadah keagamaan, tetapi juga sebagai ruang memperkuat persaudaraan dan identitas budaya Kalteng. dte