PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat mengharapkan agar pemerintah daerah memprioritaskan usulan pembangunan dua kelas di SMPN 3 Kumpai Batu Atas, Kecamatan Arut Selatan, karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Hal tersebut disampaikan oleh Hj.Yayang Desyareni usai meninjau ke sekolah tersebut.
Menurut Yayang Desyareni, sejak tahun 1990 SMPN 3 Kumpai Batu Atas tidak pernah dilakukan rehab mengakibatkan ada 2 ruang kelas kondisinya sangat memprihatinkan, selain bocor , kondisi plafonnya rusak parah , kondisi tersebut sangat membahayakan bagi siswa siswa pada saat melakukan aktivitas belajar.
“Kemarin Ibu (Rabu tanggal 28 Januari) memenuhi undangan dari pihak SMPN 3 Kumpai Batu Atas, mereka sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah daerah untuk perbaikan dua ruang kelas kondisinya memang harus segera diperbaiki. Pasalnya 2 ruangan tersebut meski rusak parah masih digunakan untuk aktivitas belajar mengajar. Bahkan sejak tahun 1990 gedung SMPN 3 Kumpai Batu Atas tidak pernah dilakukan rehab,” tandas Yayang Desyareni kepada Tabengan, Kamis (29/1).
Dan lanjutnya, pihak sekolah sangat mengharapkan agar DPRD Kobar dapat memperjuangkan apa yang dibutuhkan oleh sekolah tersebut, pasalnya sudah dua kali di usulkan tidak pernah ada realisasinya. Mengingat pada musim penghujan, siswa siswa tetap harus melakukan aktivitas belajar meski atapnya bocor.
Bahkan, lanjut, Yayang Desyareni, dalam lingkup SMP 3 Kumpai Batu Atas ada bangunan yang disiapkan untuk UKS, karena pembangunannya belum selesai dimana belum ada atap dan lantai,sehingga bangunannya mangkrak tidak digunakan sebagaimana mestinya, dimana bangunan UKS tersebut dibangun menggunakan APBD sehingga sangat disayangkan tidak digunakan.
“Kami akan memperjuangkan dan mencarikan solusinya agar apa yang diusulkan oleh SMPN 3 Kumpai Batu Atas dapat terealisasi, mengingat ini sebuah kebutuhan yang mendesak sehingga harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah, karena sarana prasarana ini sangat penting untuk menunjang kelancaran aktivitas belajar mengajarnya bisa lebih baik,” ujar Yayang Desyareni.
Lanjut Yayang Desyareni, kondisi ruang kelas pun di alami oleh TK Al Hikmah Kumpai Batu Atas, harusnya tiga kelas baru dua kelas di gunakan, meski pihak sekolah telah melakukan swadaya, akan tetapi masih banyak kekurangannya, saat ini karena kekurangan ruang kelas sehingga harus berdesak desakan pada saat melakukan aktivitas belajar dalam ruang kelas.
“Kami paham, saat ini pemerintah daerah tengah mengalami keprihatinan akibat adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, akan tetapi kita harus melihat kebutuhan yang mendesak sehingga harus menggunakan skala prioritaskan, kami akan mencari solusi terbaik demi kelancaran aktivitas belajar mengajar baik di SMPN 3 Kumpai Batu Atas maupun TK Al Hikmah, ” Beber Yayang Desyareni. (Yulia)





