PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran menegaskan dukungannya terhadap program Presiden Republik Indonesia yang menetapkan Kalteng sebagai lumbung pangan nasional melalui program cetak sawah rakyat.
Menurut Agustiar, program tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif sejak tahun 2024-2025, khususnya pada lahan-lahan yang dinilai sudah sesuai untuk pertanian.
“Ini adalah program Presiden Republik Indonesia karena Kalimantan Tengah ditunjuk sebagai lumbung pangan. Cetak sawah rakyat yang sudah cocok, di tahun 2024-2025 ini kami melihat mulai berjalan, dan insya Allah ke depan pasti akan berjalan lebih baik,” ujar Agustiar, di Palangka Raya, Sabtu (31/1).
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait pengawasan dan keterbatasan tenaga kerja.
“Pengawasannya kami akui ini masih ada kekurangan. Kurang lebih 17.000 hektare lahan yang sebenarnya bisa diolah, tetapi terkendala tenaga kerja, begitu juga dengan penanamannya sehingga tidak mencapai,” jelasnya.
Agustiar menegaskan, pemerintah daerah terus melakukan evaluasi agar program tersebut berjalan lebih optimal dan tidak mengulang kelemahan di masa sebelumnya.
Pemerintah Provinsi Kalteng menilai, keterbatasan sumber daya manusia menjadi tantangan utama dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya pada program cetak sawah rakyat.
Ia mengatakan, banyak lahan pertanian belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena minimnya tenaga kerja.
“Sekitar 17.000 hektare itu sebenarnya bisa diolah, tetapi tenaganya tidak ada. Penanamannya juga menjadi kendala,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Kalteng meluncurkan program pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan lapangan kerja di sektor pertanian.
“Kami mengeluarkan program vokasi satu rumah satu sarjana. Ini salah satu solusinya. Begitu lulus, dia langsung kerja di lokasi, bukan praktik lagi, tapi langsung kerja,” tegas Agustiar.
Program ini diharapkan mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja pertanian sekaligus meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor tersebut. ldw











