PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Junaidi menilai, keterbatasan akses jalan di Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, menjadi penghambat utama kelancaran distribusi hasil pertanian masyarakat. Kondisi tersebut dikeluhkan warga Desa Makmur Jaya dan Desa Makmur Utama saat kunjungan kerja yang dilakukannya pada akhir Januari 2026.
Menurut Junaidi, minimnya infrastruktur jalan memaksa masyarakat mengandalkan jalur sungai sebagai satu-satunya sarana transportasi. Akibatnya, biaya angkut meningkat dan waktu tempuh distribusi menjadi jauh lebih panjang.
“Cuma masalah di Katingan Kuala terkhusus untuk Desa Makmur Jaya dan Makmur Utama ini adalah akses jalan,” kata Junaidi, Selasa (3/2).
Ia memaparkan, hasil pertanian dari wilayah tersebut harus dibawa menggunakan kelotok menuju Kotawaringin Timur (Kotim). Dari sana, komoditas dijual ke Banjarmasin untuk dikemas sebelum kembali dipasarkan ke Palangka Raya dan Kabupaten Katingan.
Situasi tersebut, lanjutnya, jelas merugikan petani karena menambah biaya distribusi sekaligus memangkas keuntungan yang seharusnya bisa dinikmati masyarakat.
“Oleh karena itu mereka (masyarakat) meminta akses jalan di Seberang, Kampung Tengah ke Pangkahi itu cepat ditangani provinsi. Sehingga hasil alam, hasil pertanian bisa langsung dijual ke Katingan maupun ke Palangka Raya. Jadi enggak perlu mutar,” ujarnya.
Junaidi mendorong Pemerintah Provinsi Kalteng agar segera menjadikan perbaikan jalan di kawasan Seberang, Kampung Tengah hingga Pangkahi sebagai prioritas pembangunan. Ia meyakini, keberadaan akses darat yang layak akan memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan daya saing produk pertanian lokal.
Di sisi lain, ia memastikan persoalan ketersediaan pupuk bagi petani tidak menjadi kendala pada tahun 2026. DPRD Kalteng, kata Junaidi, telah melakukan pengawasan langsung bersama PT Pupuk Indonesia guna memastikan pasokan hingga tingkat distributor dan kios tetap terjaga.
“Kalau masalah pupuk no problem (tidak ada masalah) karena kita sudah memanggil langsung Pupuk Indonesia untuk mendampingi kita, termasuk distributornya. Pupuk 2026 tersedia bahkan harga turun sebesar 20 ribu,” tandasnya. jef





