Hukrim

Ketua Kader Posyandu Harum Manis Jelaskan Kronologis Belasan Ibu Hamil dan Balita di Palangka Raya Diduga Keracunan MBG

389
×

Ketua Kader Posyandu Harum Manis Jelaskan Kronologis Belasan Ibu Hamil dan Balita di Palangka Raya Diduga Keracunan MBG

Sebarkan artikel ini
Ketua Kader Posyandu Harum Manis Jelaskan Kronologis Belasan Ibu Hamil dan Balita di Palangka Raya Diduga Keracunan MBG
Ketua Kader Posyandu Harum Manis, Isnainiyah ketika memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan, Jumat (6/2) sore. foto tabengan/ade  

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (3B) kembali menjadi sorotan. Sebanyak 16 penerima manfaat di Kota Palangka Raya diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG yang disalurkan melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan didistribusikan oleh Posyandu Harum Manis.

‎Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis (5/2) di Kelurahan Panarung. Para penerima MBG, yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, mengeluhkan gangguan kesehatan seperti mual, pusing, hingga muntah setelah menyantap makanan yang dibagikan pemerintah.

‎Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 102 penerima MBG di wilayah tersebut, 16 orang mengalami gangguan kesehatan. Empat di antaranya sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Tiga pasien balita dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah, sementara satu ibu hamil dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Palangka Raya.

‎Ketua Kader Posyandu Harum Manis, Isnainiyah, membenarkan adanya laporan gangguan kesehatan yang dialami penerima MBG. Namun, ia menegaskan tidak seluruhnya mengalami kondisi serius.

‎“Benar ada 16 orang yang mengalami gangguan kesehatan. Sebanyak 11 orang hanya mengalami mual, sementara lima lainnya dibawa ke rumah sakit. Satu orang sudah dipulangkan setelah mendapat perawatan di IGD, dan empat lainnya masih menjalani perawatan,” jelas Isnainiyah.

‎Ia juga menjelaskan bahwa makanan MBG tidak langsung dikonsumsi setelah dibagikan. Menurutnya, makanan tersebut diserahkan ke posyandu sekitar pukul 08.00 WIB, namun baru disantap oleh warga sekitar pukul 14.00 WIB atau lebih dari empat jam setelah pendistribusian.

‎“Dari pengakuan warga, makanan MBG baru dikonsumsi setelah lebih dari empat jam sejak dibagikan. Hal ini disampaikan warga melalui pesan di grup WhatsApp Posyandu,” ujarnya.

‎Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas gizi, serta mendukung tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait dugaan keracunan tersebut. mak