PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Andina Thresia Narang, melakukan peninjauan dan monitoring bantuan program Bedah Rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kalimantan Tengah.
Program BSPS yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut merupakan aspirasi anggota DPR RI. Untuk wilayah Kalimantan Tengah, kuota bantuan yang dialokasikan sebanyak 25 unit rumah dengan nilai bantuan Rp20 juta per unit. Rinciannya, Rp17,5 juta diperuntukkan bagi pembelian bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk pembayaran jasa tukang.
Andina Thresia Narang yang akrab disapa Kak Nana menjelaskan, monitoring dilakukan untuk memastikan bantuan yang telah disalurkan benar-benar terealisasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat penerima.
“Kegiatan ini untuk memonitoring bantuan stimulan perumahan swadaya yang sudah diberikan tahun lalu dan kini telah direalisasikan. Kita sudah melihat beberapa rumah yang sudah jadi. Artinya, bantuan dari pemerintah betul-betul menjadi berkat bagi masyarakat,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Dari total 25 unit rumah yang menjadi target penerima manfaat, sebanyak empat unit telah selesai dibangun dan kini sudah dihuni warga. Rumah yang sebelumnya berbahan kayu dan sebagian belum beratap, kini telah berdiri kokoh dengan material beton dan atap yang layak.
“Sudah terbukti ada empat rumah yang selesai dibangun. Sebelumnya berbahan kayu, sekarang sudah beton. Dulu belum ada atap, sekarang sudah ada. Ini bukti nyata pemerintah hadir membantu masyarakat,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Kalteng, Andina menegaskan pentingnya pengawasan langsung agar program berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Penerima bantuan, lanjutnya, harus masuk kategori desil 2 atau benar-benar masyarakat kurang mampu.
“Karena saya perwakilan dari Kalimantan Tengah yang mengusulkan bantuan ini, maka saya harus memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik, rumahnya sudah jadi atau belum. Itu yang saya lakukan dengan turun langsung memonitoring,” katanya.
Ia juga menjelaskan, sebagian warga membangun rumah secara mandiri untuk menghemat biaya jasa tukang. Mekanisme pengajuan bantuan dilakukan melalui proposal dan proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun sejumlah penerima manfaat program tersebut antara lain Yuel, Yuni, Pristiwanti, dan Marlina. Pembangunan rumah dilakukan secara swadaya dengan memanfaatkan dana bantuan pemerintah serta tambahan dana pribadi sehingga rumah dapat dibangun permanen berbahan beton dan kayu.
Andina berharap, program bantuan perumahan melalui aspirasi DPR RI ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di Kalteng.
“Harapan saya sebagai wakil rakyat, ke depan bantuan dari pemerintah pusat untuk masyarakat Kalteng bisa semakin banyak. Mungkin saat ini belum terlalu besar, tetapi semoga pada 2026 bisa menjangkau beberapa kabupaten lainnya,” pungkasnya. mak/red





