PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya merilis prakiraan cuaca mingguan untuk wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berlaku pada 24 hingga 30 Maret 2026.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Adriani menyampaikan bahwa suhu udara di selama periode tersebut berkisar antara 23°C hingga 34°C, dengan tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 50 persen hingga 100 persen. Sementara itu, arah angin umumnya bertiup dari Tenggara hingga Timur Laut dengan kecepatan antara 5-20 km/jam.
“Secara umum, kondisi cuaca diprediksi didominasi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat fenomena atmosfer berupa daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi yang terpantau di wilayah Kalteng.
Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Namun demikian, kelembapan udara yang tidak merata di sejumlah wilayah menyebabkan potensi hujan tidak terjadi secara merata.
“Selain itu, labilitas lokal yang cukup kuat juga mendukung proses konvektif skala lokal, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan yang bersifat lokal,” jelasnya.
Khusus untuk wilayah Kota Palangka Raya, pada dua hari awal periode prakiraan, yakni 24 hingga 25 Maret 2026, kondisi cuaca diprediksi cenderung cerah berawan hingga berawan.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai petir, kilat, angin kencang, hingga angin puting beliung.
“Suhu maksimum di Kota Palangka Raya pada tanggal 24-25 maret 2026 diperkirakan berkisar antara 32°C hingga 34°C,” tambahnya.
Memasuki tanggal 26 Maret hingga akhir bulan, potensi hujan diperkirakan kembali meningkat di sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya. Kondisi ini seiring dengan meningkatnya faktor-faktor pendukung pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lokal yang dapat terjadi secara tiba-tiba dengan intensitas singkat namun berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang, terutama di wilayah rawan.
“Diharapkan masyarakat dapat terus memantau informasi cuaca terkini yang dikeluarkan BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi,” pungkasnya. dte/red











