Hukrim

BNN-GDAN Rencanakan Posko Pemulihan di Ponton

220
×

BNN-GDAN Rencanakan Posko Pemulihan di Ponton

Sebarkan artikel ini
BNN-GDAN Rencanakan Posko Pemulihan di Ponton
NARKOBA-BNN Palangka Raya dan GDAN serta unsur terkait meninjau lokasi rencana pendirian posko pemulihan di kawasan Ponton. FOTO TABENGAN/DIRMANTIO

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangka Raya bersama Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) dan sejumlah unsur terkait melakukan koordinasi, pencanangan, serta peninjauan lokasi rencana pendirian posko pemulihan di kawasan Ponton Bersinar pada Rabu (1/4/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya terpadu dalam menekan peredaran narkoba sekaligus memulihkan kondisi sosial masyarakat di wilayah yang selama ini kerap mendapat stigma sebagai “zona merah” peredaran narkotika.

Kepala BNN Palangka Raya Kombes Pol I Wayan Korna, menyampaikan bahwa pihaknya tengah meninjau sejumlah titik yang direncanakan menjadi lokasi rumah pemulihan atau posko terpadu.

“Rencananya kami meninjau titik tempat rumah pemulihan, semacam pos. Ini berguna untuk pemulihan yang selama ini disebut sebagai zona merah. Nah, itu yang akan kita pulihkan dengan mendirikan pos,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurutnya, keberadaan posko tersebut tidak hanya difokuskan pada aspek rehabilitasi, tetapi juga sebagai langkah antisipatif terhadap potensi masih adanya aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut.

“Berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, kita optimistis rencana ini bisa terwujud. Pos pemulihan ini nantinya dapat digunakan bersama, sehingga pemerintah lebih mudah mengakses wilayah ini dan secara perlahan menghilangkan stigma negatif yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua GDAN Sadagori Henoch Binti yang akrab disapa Ririn Binti, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya bersama BNN dan institusi lainnya merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memerangi narkoba.

“Dengan kehadiran kami dari GDAN, BNN, serta institusi terkait lainnya, ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk menyatakan perang terhadap daerah-daerah yang terindikasi sebagai pasar narkoba,” tegasnya. dte/redfwa