PALANGKA RAYA/TABENGAN CO.ID – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 41, Kelurahan Sei Gohong pada Jumat (3/4/2026). Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan roda empat mobil Misubishi Pajero Sport warna putih dengan nomor polisi DD 777 SJH dan kobil Toyota Calya 1.2 G warna hitam metalik dengan nomor polisi DA 1741 NC.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Palangka Raya, Ipda Amat menyampaikan bahwa peristiwa bermula saat mobil Toyota Calya yang dikemudikan oleh Novi Abdul Rizal, dengan penumpang H. Nurdin, melaju dari arah Katingan menuju Kota Palangka Raya.
Saat tiba di lokasi kejadian, dari arah berlawanan datang mobil Mitsubishi Pajero Sport yang dikemudikan oleh Syarif Hidayatullah, dengan penumpang Reza Wijaya. Diduga, kendaraan Pajero tersebut masuk ke jalur berlawanan sehingga menyebabkan tabrakan tidak dapat dihindari.
“Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, pengemudi Toyota Calya tidak sempat menghindar, sehingga terjadilah tabrakan depan dengan depan,” ujarnya saat di konfirmasi, Senin (6/4/2026).
Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi Pajero, Syarif Hidayatullah, dan penumpangnya, Reza Wijaya, mengalami luka ringan.
Sementara itu, pengemudi Toyota Calya, Novi Abdul Rizal, mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Nasib nahas dialami penumpang Toyota Calya, Drs. H. Nurdin, yang mengalami luka serius hingga akhirnya meninggal dunia.
Pihak Satlantas Polresta Palangka Raya telah melakukan penanganan di lokasi kejadian, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan kendaraan yang terlibat, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna penyelidikan lebih lanjut.
Ipda Amat juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama saat melintasi jalur yang rawan kecelakaan.
“Kami mengingatkan pengendara agar tetap berada di jalurnya dan meningkatkan kewaspadaan, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya. dte









