Hukrim

Usai Hadiri CFN, Holik Tewas Kecelakaan di Tjilik Riwut Km 29, Gubernur Sampaikan Duka Mendalam

78
×

Usai Hadiri CFN, Holik Tewas Kecelakaan di Tjilik Riwut Km 29, Gubernur Sampaikan Duka Mendalam

Sebarkan artikel ini
Usai Hadiri CFN, Holik Tewas Kecelakaan di Tjilik Riwut Km 29, Gubernur Sampaikan Duka Mendalam
KECELAKAAN-Kondisi jenazah Holik sebelum dievakuasi karena terlibat kecelakaan. Inset Holik ketika berswafoto dengan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Tampak Sigit Widodo mewakili Gubernur H Agustiar menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga korban. FOTO HMS POLRESTA PALANGKA RAYA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 29, tepatnya sebelum Jembatan Tumbang Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Insiden tersebut merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor.

Korban diketahui bernama Holik (38), warga Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlibat tabrakan dengan sepeda motor lain.

Peristiwa tragis ini menjadi sorotan karena beberapa jam sebelumnya, Holik sempat terekam dalam momen hangat saat menghadiri kegiatan Car Free Night (CFN) di Bundaran Besar Palangka Raya. Dalam sebuah video berdurasi 29 detik yang beredar di media sosial, korban terlihat menggendong seorang balita sambil berfoto bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan istri Gubernur Aisyah Thisia Agustiar Sabran.

Melalui unggahannya, Aisyah turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian korban.

“Innalillaahi wa innaa ilaihi raaji’un. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya, melapangkan kuburnya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran,” tulisnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kecelakaan melibatkan dua sepeda motor, yakni Honda Revo Fit bernomor polisi KH 2440 TE yang dikendarai korban dan Honda Supra X KH 2627 VA yang dikendarai Muhammad Yusuf Rafi’i (18), warga Kelurahan Banturung.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Palangka Raya, Ipda Amat, menjelaskan bahwa kedua kendaraan melaju dari arah yang sama, yakni dari Palangka Raya menuju Kasongan.

“Sepeda motor korban berada di depan, kemudian dari arah belakang datang kendaraan lain. Karena jarak sudah dekat, ditambah kondisi hujan dan minimnya penerangan jalan, tabrakan tidak dapat dihindari,” ujarnya.

Kecelakaan tersebut merupakan tabrakan depan-belakang yang mengakibatkan kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Selain korban meninggal dunia, pengendara lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Polisi menduga faktor cuaca hujan serta kondisi jalan yang minim penerangan menjadi penyebab utama kecelakaan. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polresta Palangka Raya untuk penyelidikan lebih lanjut. mak/redfwa