Spirit Kalteng

Krisis BBM Mereda, Pertamina Kebut Distribusi dan Semua SPBU Buka 24 Jam

200
×

Krisis BBM Mereda, Pertamina Kebut Distribusi dan Semua SPBU Buka 24 Jam

Sebarkan artikel ini

FOTO : Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani (kanan), Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun (kiri) saat ditemui di Palangka Raya.FPTO TABENGAN/Anita Widyaningsih

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Setelah beberapa hari menjadi sorotan akibat antrean panjang di sejumlah SPBU, kondisi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kota Palangka Raya mulai menunjukkan perbaikan. Pada Sabtu (9/5), antrean kendaraan yang sebelumnya mengular hingga berjam-jam dilaporkan mulai terurai.

Pemerintah bersama Pertamina terus bergerak cepat melakukan berbagai langkah penanganan. Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, menyampaikan bahwa pihaknya telah turun langsung memantau kondisi di lapangan sekaligus mengumpulkan seluruh pengelola SPBU di Kota Palangka Raya.

“Kami telah menyaksikan kondisi di wilayah Kota Palangka Raya, dan baru saja mengumpulkan seluruh SPBU untuk mengantisipasi serta menyikapi situasi yang terjadi saat ini,” ujarnya, Sabtu (9/5).

Sebagai langkah konkret, Pertamina mengoptimalkan pelayanan dengan mengoperasikan semua SPBU buka selama 24 jam. Kebijakan ini diambil untuk mengurai antrean dan memenuhi tingginya permintaan BBM dalam beberapa hari terakhir.

Selain itu, distribusi pasokan juga diperkuat dengan mengandalkan Terminal BBM di Pulang Pisau serta dukungan tambahan melalui skema Regular Alternative Emergency (RAE) dari Terminal BBM Banjarmasin. Untuk memastikan kelancaran distribusi, Pertamina juga menyiagakan 54 persen armada mobil tangki guna melayani lebih dari 20 SPBU di Kota Palangka Raya.

“Kami berkomitmen bersama mitra untuk terus melayani masyarakat agar mendapatkan BBM dengan baik,” tambah Isfahani.

Dari sisi ketersediaan, Pertamina memastikan stok BBM di wilayah Kalimantan Tengah dalam kondisi aman. Saat ini, persediaan Pertamax tercatat sekitar 1,17 juta kiloliter (KL), Pertalite lebih dari 3,3 juta KL, dan Biosolar mencapai sekitar 2,17 juta KL. Dengan jumlah tersebut, coverage day atau ketahanan stok dipastikan mencapai 11 hari ke depan.

Meski demikian, Pertamina tetap akan memantau perkembangan konsumsi di lapangan dan menyesuaikan distribusi secara fleksibel sesuai kebutuhan.

Terkait penyebab antrean panjang, Isfahani menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan evaluasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Dalam kondisi panik, seolah-olah muncul kekhawatiran bahwa stok tidak tersedia, padahal sebenarnya aman,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas penyaluran BBM dengan memastikan pelayanan di SPBU berjalan optimal serta masyarakat membeli sesuai kebutuhan.

Sementara itu, kebijakan operasional SPBU 24 jam di beberapa titik, akan diberlakukan secara tentatif hingga kondisi kembali normal.

Pertamina berharap, melalui langkah-langkah ini, kepercayaan masyarakat dapat segera pulih dan distribusi BBM kembali stabil, tidak hanya di Kota Palangka Raya tetapi juga di wilayah lain di Kalimantan Tengah yang sempat terdampak antrean serupa. nws/fwa-red

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *