PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pendidikan dan ketahanan keluarga sebagai bagian dari program prioritas kepengurusan yang baru. Langkah tersebut akan dilakukan melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Ketua DAD Kota Palangka Raya, Leonard, mengatakan pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang harus diprioritaskan oleh masyarakat adat Dayak demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
“Kita akan memperkuat edukasi dan pendidikan karena itu investasi masa depan. Masyarakat adat Dayak harus lebih fokus dan memprioritaskan pendidikan dalam keluarganya,” ujar Leonard usai pelantikan pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) dan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) se-Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Jumat (22/5).
Selain bidang pendidikan, pihaknya juga menaruh perhatian terhadap penguatan ketahanan keluarga melalui kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keluarga yang kuat akan menjadi pondasi penting dalam menjaga keberlangsungan nilai budaya dan adat Dayak di tengah perkembangan zaman.
Leonard menjelaskan, kepengurusan baru DAD Kota Palangka Raya dalam waktu dekat akan menyusun program kerja yang mengacu pada arahan gubernur serta diselaraskan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun Pemerintah Kota Palangka Raya.
Ia menegaskan, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi hal penting agar program-program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program kerja tentu akan kita susun dan kita harus sinergi, saling mendukung dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kota,” tandasnya.
Ia juga mengungkapkan komitmennya untuk turut serta mengangkat harkat martabat orang Dayak dan ikut mendung untuk menjadikan masyarakat lokal jadi tuan rumah sendiri.
Pelantikan pengurus DAD dan BATAMAD se-Kalimantan Tengah tersebut diharapkan mampu memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga persatuan masyarakat, melestarikan budaya Dayak, sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui pendekatan adat dan pemberdayaan masyarakat.ldw/ded-red











