-
PEMKAB KAPUAS

Kelurahan Kupang Miliki Museum Mini Ratu Nyai Undang

30
×

Kelurahan Kupang Miliki Museum Mini Ratu Nyai Undang

Sebarkan artikel ini
Erliansyah, Lurah Pulau Kupang
-

KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID- Handel Alai, Desa Kupang, Kelurahan Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh, ternyata memiliki sejarah kerajaan. Sejumlah sisa peninggalan kerajaan tersebut kini disimpan di kantor kelurahan dan dinamai “Museum Mini” peninggalan Kerajaan Ratu Nyai Undang.

Peninggalan yang masih tersimpan antara lain besi pengayuh sampan, halayung (sejenis kapak), tombak, serta batang kayu ulin yang merupakan sisa singgasana kerajaan pada masa itu. Selain itu, masih ada beberapa benda bersejarah lainnya yang disimpan dengan baik oleh warga lokal yang menemukannya.

Lurah Pulau Kupang, Erliansyah, menuturkan bahwa berdasarkan sejarah yang diketahui, benda-benda tersebut ditemukan saat warga Desa Alai menggarap lahan di sekitar lokasi peninggalan. Dari temuan tersebut, diduga kuat bahwa benda-benda tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Ratu Nyai Undang.

“Hal ini kemudian diperkuat pada tahun 1996 melalui penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas di Yogyakarta bersama Universitas Palangka Raya dan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan,” ujar Erliansyah, yang juga dikenal sebagai seniman khas Dayak.

Ia menambahkan, berdasarkan penelitian kadar karbon, benda-benda tersebut diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-4 Masehi, sehingga usianya lebih tua dibandingkan beberapa kerajaan di Kalimantan Timur.

Erliansyah mengaku bangga karena di Kabupaten Kapuas, tepatnya di Handel Alai, Desa Kupang, terdapat sejarah purbakala yang harus dijaga dan dilestarikan bersama.

“Dengan memanfaatkan ruangan aula kelurahan, kami menjadikannya sebagai museum mini tanpa mengganggu kegiatan lainnya,” jelasnya.

Ia juga mempersilakan masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah, untuk datang melihat dan mengetahui sejarah Kerajaan Ratu Nyai Undang yang ada di Kelurahan Pulau Kupang.

Ke depan, pihaknya berharap dapat membangun museum mini khusus yang terpisah dari ruang kantor kelurahan seperti saat ini.

“Semoga ke depan bisa terwujud museum yang lebih representatif,” harapnya.hr/redgie

-
-
-