-
Spirit Kalteng

5 Figur Terbaik Daftar Pilrek UPR

935
×

5 Figur Terbaik Daftar Pilrek UPR

Sebarkan artikel ini
5 Figur Terbaik Daftar Pilrek UPR
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Bursa Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026-2030 dipastikan berlangsung seru dan kompetitif. Memasuki H-1 penutupan pendaftaran, tercatat sudah ada 5 figur terbaik yang resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Balon) Rektor UPR.

Ketua Panitia Pilrek UPR Prof Joni Bungai mengonfirmasi bahwa hingga Senin (25/5/2026), antusiasme para akademisi untuk memimpin kampus terbesar di Kalimantan Tengah (Kalteng) ini sangat tinggi.

“Hingga hari ini, Senin, 25 Mei 2026, sudah ada lima orang yang resmi menyerahkan berkas pendaftaran,” ujar Prof Joni Bungai kepada Tabengan.
Geliat pendaftaran dimulai sejak akhir pekan lalu. Pendaftar pertama, Dr Ir Deddy NSP Tanggara ST MT, yang mendobrak kontestasi dengan mendaftarkan diri pada Jumat (22/5/2026). Langkah awalnya ini menunjukkan kesiapan matang dan komitmen kuat untuk membawa perubahan di UPR.

Pendaftar kedua, Prof Bhayu Rhama ST MBA PhD yang mendaftar pada Senin (25/5/2026). Menjabat sebagai Dekan FISIP UPR, ia merepresentasikan golongan akademisi muda progresif yang memiliki rekam jejak kepemimpinan struktural yang solid di tingkat fakultas.

Kemudian, Prof Dr Ir Uras Tantulo MSc, turut mendaftar pada Senin. Sebagai Guru Besar Fakultas Pertanian UPR, senioritas dan kematangan akademisnya di bidang riset serta pengabdian masyarakat menjadi modal kuat dalam pencalonan ini.

Berikutnya, Dr Thea Farina Embang SH MH, sebagai srikandi pertama yang mendaftar pada Senin. Menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum UPR, ia membawa perspektif hukum, tata kelola kelembagaan yang bersih, serta pengalaman manajerial yang kuat. Ia juga merupakan anak sulung mantan Rektor UPR 2018-2022, Prof Andrie Elia Embang.

Selanjutnya ada Dr Natalina Asi MA, yang juga mendaftar pada Senin. Mantan Dekan FKIP UPR ini sekarang tengah mengemban amanah penting sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UPR.

Kemeriahan Pilrek dipastikan belum usai. Prof Joni Bungai membeberkan bahwa pada hari terakhir pendaftaran, Selasa (26/5/2026), direncanakan akan ada dua figur senior lagi yang akan menyusul untuk mendaftar.

Kedua nama tersebut adalah Prof Dr Liswara Neneng (Guru Besar FKIP UPR) dan Dr Tari Budayanti Usop MSi. Tak hanya itu, dinamika Pilrek kian menarik dengan berembusnya isu bahwa Dr Jhon Retei Alfri Sandi, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Humas dan Sistem Informasi UPR, juga dikabarkan akan ikut meramaikan bursa menjelang menit-menit akhir.

Melihat kuota pendaftar yang sudah memenuhi target minimal pendaftar yakni 4 balon minimal, Panitia Pilrek menegaskan proses pencarian bakat kepemimpinan ini akan berjalan sesuai jadwal awal tanpa adanya perpanjangan.
“Karena pendaftar sudah lebih dari 4 bakal calon, maka otomatis tidak akan dilakukan perpanjangan pendaftaran. Maka, besok, Selasa, 26 Mei 2026, pendaftaran terakhir,” tegas Prof Joni Bungai.

Setelah berkas masuk, panitia akan bergerak cepat melakukan verifikasi. “Setelah tahap penjaringan nanti, barulah akan ditetapkan secara resmi siapa saja para Balon Rektor yang memenuhi syarat,” tambahnya.
Dengan konstelasi figur yang merata dari berbagai latar belakang fakultas dan keahlian, Pilrek UPR tahun ini diprediksi menjadi salah satu yang paling dinamis demi melahirkan pemimpin yang mampu membawa UPR bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Salah satu Balon Rektor Prof Bhayu Rhama mengungkapkan, pencalonannya bukan sekadar langkah politik kampus, melainkan bagian dari pengabdian panjang untuk dunia pendidikan di Bumi Tambun Bungai.

“Selama masih diberi kesempatan hidup, saya ingin terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Pendidikan tinggi harus menjadi motor pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Lulusan Doktor University of Central Lancashire United Kingdom itu mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Kalteng karena kedua orang tuanya telah puluhan tahun mengabdi di daerah tersebut. Kondisi itu membuat dirinya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan kontribusi melalui sektor pendidikan.

“Orang tua saya sudah mengabdi lebih dari 50 tahun di Kalimantan Tengah. Saya ingin melanjutkan pengabdian itu lewat peningkatan kualitas pendidikan,” kata Prof Bhayu Rhama. rmp/fwa/rca-red

 

-
-
-