PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) resmi kedatangan salah satu kandidat kuat. Profesor Liswara Neneng, Guru Besar sekaligus Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UPR, resmi mendaftarkan diri di Gedung Rektorat pada Selasa (26/5/2026).
Usai menyerahkan berkas, Prof. Liswara memastikan seluruh persyaratan administrasi telah terpenuhi dan ia siap melangkah ke tahapan seleksi berikutnya. Sebagai putri asli daerah Kalimantan Tengah, ia optimistis bekal pengalaman dan visi yang dibawanya mampu bersaing ketat dengan kandidat lain.
”Saya percaya apa yang telah kami persiapkan memiliki nilai kompetitif tersendiri untuk bersaing di Pilrek ini,” ungkap Prof. Liswara optimistis.
Prof. Liswara menegaskan bahwa UPR tidak boleh berpuas diri dengan status Badan Layanan Umum (BLU) yang disandang saat ini. Demi meningkatkan daya saing di kancah global, UPR membutuhkan fleksibilitas yang lebih besar, yang hanya bisa dicapai dengan bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).
Meski demikian, ia mengakui ada tantangan besar yang harus dihadapi, terutama dalam mendongkrak akreditasi program studi (prodi): Kondisi Saat Ini: Baru 30% prodi di UPR yang terakreditasi Unggul.
Syarat Minimal Kampus Unggul: Minimal 50% prodi harus terakreditasi Unggul. Target Menuju PTN-BH: Minimal 60% prodi wajib mengantongi akreditasi Unggul.
”Mengejar target 60 persen prodi unggul ini akan menjadi program utama yang akan kami upayakan secara maksimal,” jelasnya.
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Prof. Liswara telah merancang 4 program unggulan, yaitu:
1. Peningkatan daya saing lulusan, 2. Revitalisasi LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat), 3. Optimalisasi aset kampus dan 4. Tata kelola birokrasi yang berintegritas.
Di sektor akademik, ia ingin merombak kurikulum agar mahasiswa tidak perlu menunggu lulus untuk siap menghadapi dunia kerja.
Inovasi Kurikulum: Di tahun terakhir perkuliahan, mahasiswa akan difokuskan untuk mendapatkan pengalaman langsung di lapangan, baik melalui kerja praktik, riset, maupun berwirausaha sesuai minat masing-masing.
Di lini manajemen, Prof. Liswara berkomitmen penuh pada transparansi dan kejujuran. Ia menegaskan akan menerapkan sistem meritokrasi dalam penataan SDM di lingkungan kampus.
”Kalau bicara integritas, kuncinya adalah transparansi, akuntabilitas, dan kejujuran dalam memilih SDM berdasarkan meritokrasi. The right man on the right place—siapa yang berkompeten, dialah yang menempati posisi tersebut,” pungkasnya. Rmp
FOTO TABENGAN/RAHUL
Prof Liswara saat diwawancarai media usai pendaftaran Balon Rektor











