PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Komitmen Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat penguasaan bahasa asing di kalangan pelajar Indonesia mendapat respons positif dari berbagai daerah. Bahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan telah lebih dahulu mengimplementasikan program pembelajaran bahasa asing secara virtual bagi siswa SMA dan SMK sejak Oktober 2025, termasuk Bahasa Prancis yang kini menjadi perhatian nasional.
Arahan Presiden Prabowo mengenai pentingnya pembelajaran Bahasa Prancis disampaikan saat konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan pentingnya peningkatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Prancis sebagai bagian dari persiapan menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
“Di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi. Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis. Melihat perkembangan dunia ke depan, kita yakin di keadaan global yang penuh ketidakpastian, penuh ketegangan, penuh konflik, negara kita bisa memainkan peranan yang positif. Indonesia selalu akan mendorong semua usaha untuk memelihara perdamaian,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Kebijakan tersebut sejalan dengan langkah yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran. Melalui program pembelajaran bahasa asing berbasis virtual, peserta didik SMA dan SMK di seluruh wilayah Kalteng telah mendapatkan akses belajar berbagai bahasa asing secara merata.
Saat pertama kali diluncurkan pada Oktober 2025, program tersebut menyediakan pembelajaran lima bahasa asing, yakni Bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Arab, dan Prancis. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan keterbatasan tenaga pengajar bahasa asing di sejumlah daerah pelosok dan pedalaman Kalteng.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Muhammad Reza Prabowo mengatakan, pemanfaatan teknologi menjadi solusi efektif untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
“Masih banyak sekolah di pelosok dan di pedalaman yang belum memiliki guru bahasa asing. Karena itu kami memanfaatkan teknologi agar seluruh siswa bisa mendapatkan akses pembelajaran yang sama. Tujuannya agar anak-anak Kalimantan Tengah memiliki kemampuan dan daya saing yang lebih baik di masa depan,” kata Reza, di Palangka Raya, baru-baru ini.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan kesempatan belajar bahasa asing, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi global generasi muda Kalteng.
Antusiasme siswa yang tinggi terhadap program tersebut mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng untuk melakukan pengembangan. Pada Januari 2026, dua bahasa baru, yakni Bahasa Korea dan Bahasa Mandarin, resmi ditambahkan ke dalam program pembelajaran bahasa asing.
Penambahan tersebut dilakukan berdasarkan aspirasi peserta didik yang menginginkan lebih banyak pilihan bahasa untuk menunjang kebutuhan pendidikan maupun peluang karier di tingkat internasional.
Saat ini, peserta didik SMA dan SMK se-Kalteng dapat mempelajari tujuh bahasa asing melalui jadwal pembelajaran rutin yang dilaksanakan secara daring. Bahasa Inggris diajarkan setiap Senin, Bahasa Jepang dan Mandarin pada Selasa, Bahasa Jerman pada Rabu, Bahasa Prancis dan Korea pada Kamis, serta Bahasa Arab pada Jumat.
Program tersebut memungkinkan siswa dari berbagai kabupaten dan kota mengikuti pembelajaran yang sama secara bersamaan tanpa terkendala jarak geografis.
Reza menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi masa depan generasi muda di tengah persaingan global yang semakin kompetitif.
“Kami ingin lulusan Kalimantan Tengah memiliki keunggulan kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Karena itu program pembelajaran bahasa asing ini kami hadirkan sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang berorientasi pada masa depan,” tegasnya.
Ia menambahkan, semakin banyak bahasa yang dikuasai peserta didik, semakin besar pula peluang mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, memperoleh pekerjaan yang lebih luas, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak di tingkat internasional.
Dengan telah berjalannya program pembelajaran Bahasa Prancis sejak 2025, Kalteng menjadi salah satu daerah yang dinilai siap mendukung arah kebijakan nasional dalam penguatan pendidikan bahasa asing. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di era global. ldw/ded-red











