-
PEMPROV KALTENG

Insentif Pendeta, Damang dan Mantir Terkendala Regulasi

461
×

Insentif Pendeta, Damang dan Mantir Terkendala Regulasi

Sebarkan artikel ini
H Agustiar Sabran
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran memastikan Program Kartu Huma Betang akan terus dilaksanakan selama masa kepemimpinannya. Pemerintah Provinsi Kalteng juga optimistis cakupan manfaat program tersebut akan terus bertambah seiring dengan penguatan kebijakan dan dukungan anggaran daerah.

Menurut Agustiar, Kartu Huma Betang merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalteng. Karena itu, keberlangsungan program tersebut menjadi komitmen pemerintah provinsi selama periode kepemimpinannya.

“Kami pastikan Kartu Huma Betang itu berjalan selama masa jabatan kami, dan kami yakin serta optimis manfaatnya pasti akan terus bertambah,” kata Agustiar kepada awak media di Palangka Raya, baru-baru ini.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berupaya agar program tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, baik melalui perluasan penerima manfaat maupun pengembangan berbagai layanan yang terintegrasi dalam program tersebut.

Meski demikian, Agustiar mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang perlu diselesaikan, terutama terkait pemberian insentif bagi para pendeta, damang, dan mantir adat di berbagai wilayah Kalteng.

Menurutnya, persoalan tersebut memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah kabupaten dan kota karena berkaitan dengan kewenangan, regulasi, serta mekanisme penyaluran anggaran.

“Namun yang menjadi kendala saat ini adalah insentif bagi pendeta, damang, dan mantir. Kami harus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Karena itu, kami masih mencari regulasinya,” ujarnya.

Meski regulasi masih dalam proses pembahasan, Agustiar memastikan pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran untuk mendukung realisasi program insentif tersebut.

“Dananya pun sudah kami siapkan untuk itu. Tinggal bagaimana regulasi yang tepat agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kalteng berharap koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota dapat segera menghasilkan formulasi kebijakan yang tepat sehingga pemberian insentif bagi tokoh agama dan tokoh adat dapat direalisasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Keberadaan pendeta, damang, dan mantir dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kehidupan sosial, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kalteng. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya memberikan perhatian melalui dukungan insentif yang berkelanjutan.

Dengan dukungan anggaran yang telah disiapkan serta komitmen pemerintah daerah, Program Kartu Huma Betang diharapkan tidak hanya terus berjalan, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kalteng pada masa mendatang.

“Kami pastikan Kartu Huma Betang itu berjalan selama masa jabatan kami dan kami yakin serta optimistis manfaatnya akan terus bertambah. Kendala saat ini adalah insentif bagi pendeta, damang, dan mantir karena harus berkoordinasi dengan kabupaten dan kota. Kami masih mencari regulasinya, sementara dananya sudah kami siapkan,” katanya. ldw/ded-red

-
-
-