-
Hukrim

Pemancing Mendadak Meninggal Dunia saat Mancing di Perkebunan Jalan Kameloh Misik

381
×

Pemancing Mendadak Meninggal Dunia saat Mancing di Perkebunan Jalan Kameloh Misik

Sebarkan artikel ini
-

‎Penemuan : Jenazah SU (51), pemancing yang ditemukan pertama kali oleh seorang petani dengan tubuh terlentang dan sudah meninggal dunia.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Seorang pria paruh baya yang diduga sedang menyalurkan hobinya memancing ditemukan oleh warga dalam kondisi meninggal dunia di kawasan perkebunan Jalan Kameloh Misik, Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 16.45 WIB.

Menurut informasi yang diterima, korban diketahui berinisial SU (51), seorang wiraswasta yang berdomisili di Jalan Bakung Merang, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya.

Mendapat laporan adanya penemuan jenazah, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palangka Raya bersama Unit Identifikasi Forensik (Inafis) dan personel Polsek Sabangau segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi korban, serta mengamankan area guna kepentingan penyelidikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Peristiwa penemuan jenazah tersebut pertama kali diketahui oleh seorang petani setempat, Anton Haris Wahyudi (47), yang saat itu sedang melakukan penyerbukan tanaman bunga buah naga di sekitar lokasi kejadian.

‎Saat ia melintas di lokasi, Anton melihat seorang pria paruh baya yang saat itu tengah dalam posisi terlentang di atas tanah. Melihat kondisi itu, Ia kemudian mencoba untuk membangunkan korban.

‎Namun saat dibangunkan, ia tidak mendapat respons. Merasa curiga dengan keadaan otu , Anton kemudian langsung memanggil salah seorang rekannya, Suryadi (51), untuk memastikan kondisi korban secara bersama-sama.

Setelah diperiksa bersama, mereka berdua mendapati korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh yang sudah cukup kaku. Temuan itu kemudian sontak menjadi perhatian warga sekitar hingga akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.

‎Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Personel Unit nafis yang tiba di lokasi telah melakukan identifikasi dan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian, dan hasil sementara ditubuh korban tidak ada indikasi adanya kekerasan.

“Dari hasil olah TKP sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sejumlah barang milik korban juga ditemukan di sekitar lokasi,” ujarnya.

‎Di lokasi penemuan, petugas juga turut mengamankan sejumlah barang yang diduga merupakan barang milik korban karena ditemukan berada dekat dengan jenazah, barang-barang tersebut antara lain satu set alat pancing, sebuah topi, serta satu galon berisi ikan hasil tangkapan.

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban kemudian dievakuasi ke Ruang Jenazah RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya oleh Relawan Kemanusiaan White Angel Team guna menjalani visum et repertum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan Dokter Forensik RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, dr. Ricka Brillianty, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar delapan jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

‎Dugaan sementara, korban meninggal dunia saat sedang memancing di lokasi tersebut, dan kini pihak aparat kepolisian masih mendalami temuan jenazah tersebut.

Dugaan itu diperkuat oleh keterangan dari sanak keluarga yang menyebutkan korban kerap pergi memancing seorang diri dan jarang membawa telepon seluler saat beraktivitas di luar rumah, selain itu korban juga diduga memiliki penyakit yang didritanya.

‎Sementara itu, Kapolsek Sabangau, Iptu Ahmad Taufiq, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis sementara, belum ditemukan unsur tindak pidana maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat faktor kesehatan atau mengalami sakit mendadak saat memancing,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan keluarga korban untuk mendalami riwayat kesehatan korban sekaligus melengkapi administrasi penyerahan jenazah agar dapat segera dimakamkan.

‎Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di lokasi yang relatif sepi serta selalu memberitahukan keluarga atau kerabat mengenai tujuan dan lokasi kegiatan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.mak/fwa-red

 

‎

 

 

 

‎

 

 

 

 

 

-
-
-