-
Hukrim

Investigasi, Misteri Kebakaran Rumah Kosong Junjung Buih lll, Tak Dialiri Listrik, Pintu dan Jendela Terbuka

228
×

Investigasi, Misteri Kebakaran Rumah Kosong Junjung Buih lll, Tak Dialiri Listrik, Pintu dan Jendela Terbuka

Sebarkan artikel ini
Foto : Petugas Disdamkarmat Kota Palangka Raya melakukan investigasi awal pascakebakaran rumah kosong di Jalan Putri Junjung Buih III, Gang Mangku Sari, Kelurahan Langkai pada Sabtu (13/6/2026). Hms Disdamkarmat Palangka Raya. FOTO ISTIMEWA 
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran yang melanda sebuah rumah kosong di Jalan Putri Junjung Buih III, Gang Mangku Sari, Kelurahan Langkai pada Jumat (12/6/2026) lalu masih menyisakan tanda tanya.

Meski sempat muncul dugaan kebakaran dipicu korsleting listrik, hasil investigasi awal Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya justru mengarah pada temuan berbeda.

Petugas menemukan bahwa bangunan yang telah lama tidak berpenghuni itu berada dalam kondisi tanpa aliran listrik aktif. Selain itu, sejumlah indikasi di lapangan menunjukkan rumah tersebut kemungkinan pernah dimasuki oleh orang yang tidak memiliki kepentingan.

Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alfrianto, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan penelusuran segera setelah proses pemadaman selesai pada Sabtu (13/6/2025) pagi.

Dari hasil pemeriksaan awal diketahui rumah tersebut merupakan milik Yulitawati, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang telah lama berdomisili di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas.

Menurutnya, rumah tersebut telah ditinggalkan sekitar lima tahun terakhir dan tidak lagi digunakan sebagai tempat tinggal. Kondisi itu membuat bangunan minim pengawasan dari pemilik maupun keluarga.

“Dari informasi yang kami himpun, rumah tersebut memang sudah lama kosong. Listriknya juga tidak aktif karena menggunakan meteran prabayar yang sudah lama tidak diisi,” ujarnya saat dikonfirmasi Tabengan, Rabu (17/6/2026).

Kejadian tersebut empat membuat warga sekitar panik. Api pertama kali diketahui telah membesar di bagian belakang bangunan sebelum akhirnya menjalar ke atap rumah.

Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Di sisi lain, keterangan warga yang tinggal di sekitar lokasi turut membuka fakta baru. Herlina (50), warga yang rumahnya berada tepat di depan bangunan yang terbakar, mengaku menjadi salah satu saksi pertama yang mengetahui kejadian tersebut.

Malam itu, dirinya mendengar teriakan warga dari luar rumah yang memberitahukan adanya kebakaran. Ketika keluar untuk memastikan situasi, api sudah terlihat membakar bagian belakang bangunan.

Selain itu, dalam keterangannya kepada petugas, Herlina juga mengungkap kondisi rumah beberapa waktu sebelum kebakaran terjadi. Saat mencari seekor kucing peliharaannya yang masuk ke area rumah kosong tersebut, ia mendapati pintu samping rumah dalam keadaan tidak terkunci. Sementara dua jendela dalam keadaan terbuka.

Temuan tersebut menimbulkan dugaan bahwa rumah kosong itu pernah dimasuki oleh pihak tertentu. Dugaan tersebut semakin menguat mengingat bangunan yang sudah lama ditinggalkan seharusnya berada dalam kondisi tertutup rapat.

Selain menelusuri keterangan saksi, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap instalasi kelistrikan yang masih tersisa di lokasi kebakaran. Hasilnya, tidak ditemukan kerusakan signifikan pada kabel sambungan rumah yang terhubung ke jaringan listrik di sekitar bangunan.

Menurut Alfrianto, pola kerusakan yang ditemukan juga tidak sepenuhnya sesuai dengan karakteristik kebakaran akibat korsleting listrik. Pada kasus korsleting, biasanya terdapat titik kerusakan tertentu pada jaringan listrik serta pola rambatan api yang khas.

“Dari hasil pengamatan awal, kabel sambungan rumah tidak menunjukkan kerusakan berat. Kondisi bangunan yang terbakar juga tidak memperlihatkan yang biasa ditemukan pada kebakaran akibat arus pendek listrik,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab utama kebakaran. Seluruh temuan yang diperoleh masih bersifat awal dan akan menjadi bahan bagi penyelidikan lebih lanjut oleh instansi terkait.

Disdamkarmat menegaskan bahwa penentuan penyebab kebakaran harus dilakukan secara hati-hati berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi pemilik rumah kosong agar tetap melakukan pengawasan secara berkala. Bangunan yang lama tidak ditempati berpotensi menimbulkan berbagai risiko, mulai dari kerusakan fisik, menjadi tempat aktivitas orang tidak bertanggung jawab, hingga memicu kejadian yang dapat membahayakan lingkungan sekitar.

“Rumah yang ditinggalkan dalam waktu lama tetap perlu diperiksa secara berkala. Pastikan seluruh akses masuk terkunci, lingkungan sekitar bersih dari material mudah terbakar, dan ada pihak yang sesekali melakukan pengecekan,” tutupnya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran rumah kosong tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sebagian besar bangunan mengalami kerusakan akibat amukan si jago merah. dte/fwa-red

 

-
-
-