-
KESEHATAN

RSJ Kalawa Atei Diagnosa 49 Kasus Bunuh Diri di Kalteng

253
×

RSJ Kalawa Atei Diagnosa 49 Kasus Bunuh Diri di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Dokter Seniriaty
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya pencegahan bunuh diri melalui layanan kesehatan mental yang komprehensif. Selain memberikan pelayanan pengobatan, rumah sakit juga mengedepankan edukasi, promosi kesehatan, serta langkah-langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental.

“Fungsi Rumah Sakit Jiwa itu tidak hanya kuratif saja, tetapi juga promotif, edukatif, dan preventif. Ke depan, angka-angka kasus kesehatan mental ini menjadi pekerjaan rumah kami. Selain itu, di rumah sakit juga ada layanan kesehatan mental untuk pencegahan bunuh diri,” kata Direktur RSJ Kalawa Atei dr Seniriaty, di Palangka Raya, Minggu (28/6/2026).

Berdasarkan data RSJ Kalawa Atei, tercatat 49 kasus percobaan bunuh diri berdasarkan diagnosa keperawatan selama periode 2025 hingga Mei 2026. Pada tahun 2025 terdapat 32 kasus, sedangkan hingga Mei 2026 telah tercatat 17 kasus.

Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, usia dewasa (19-59 tahun) menjadi kelompok dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 39 kasus. Selanjutnya kelompok remaja usia 10-18 tahun sebanyak 9 kasus, ansia di atas 60 tahun sebanyak 1 kasus, sementara anak usia 5-9 tahun tidak ditemukan kasus.

Menurut Seniriaty, berbagai faktor dapat memicu seseorang mengalami krisis kesehatan mental yang berujung pada perilaku bunuh diri. Kondisi tersebut tidak dapat disimpulkan secara umum karena setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda.

“Banyak faktor. Di antaranya adanya gangguan psikotik, depresi, hingga tekanan berat. Tidak bisa disamaratakan, harus dilihat kasus per kasus. Misalnya apakah pasien benar-benar mengalami gangguan kesehatan mental, atau tidak terkontrol dalam pengobatan sehingga muncul halusinasi dan waham,” jelasnya.

Ia menambahkan, stres yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi depresi bahkan gangguan mental yang lebih berat apabila tidak mendapat penanganan sejak dini.

“Bisa saja awalnya dari stres, kemudian berkembang menjadi depresi hingga kondisi yang lebih berat. Karena itu penting deteksi dini kesehatan mental. Kita bersyukur saat ini masyarakat, terutama generasi muda, sudah mulai sadar pentingnya kesehatan mental,” katanya.

Untuk menekan angka kasus, RSJ Kalawa Atei telah menyediakan layanan kesehatan mental yang dapat diakses masyarakat, termasuk layanan penanganan krisis di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Ada. Kami memiliki layanan dan jejaring untuk pencegahan bunuh diri, termasuk di unit gawat darurat. Tujuannya untuk menekan angka kasus dan meningkatkan penanganan cepat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mampu mengelola stres dengan baik serta tidak ragu mencari pertolongan apabila mengalami masalah kesehatan mental.

“Manajemen stres itu penting. Kita harus bisa mengalihkan tekanan ke hal-hal positif, seperti aktivitas yang sehat atau healing. Yang paling penting adalah menyadari kesehatan mental itu penting dan segera mencari bantuan profesional jika ada masalah. Jangan dibiarkan,” tegasnya. ldw/ded-red

 

-
-
-