-
Hukrim

1 Polisi Tewas, 2 Hilang, Kapolda Kalteng Ungkap Duka Mendalam  di Hari Bhayangkara

1786
×

1 Polisi Tewas, 2 Hilang, Kapolda Kalteng Ungkap Duka Mendalam  di Hari Bhayangkara

Sebarkan artikel ini
Foto : Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Aipda Yudi Perdana Putra dan meminta doa bagi dua personel yang masih dalam pencarian pada Kamis (2/7/2026). FOTO TABENGAN/ Dirmantio Evendy
-

+Polisi Gugur Saat Operasi Narkoba di Katingan

+Jenazah Aipda Yudhi Perdana Putra dan Teriyo Tiba di RS Bhayangkara

PALANGKA RAYA – Suasana peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) berubah menjadi penuh haru setelah kabar gugurnya seorang anggota polisi saat menjalankan tugas yang disampaikan langsung oleh Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan pada Kamis (2/7/2026).

Di hadapan unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tamu undangan, serta jajaran personel kepolisian yang menghadiri acara syukuran Hari Bhayangkara dan penganugerahan Samkaryanugraha Nugraha Sakanti Tahun 2026, Kapolda terlebih dahulu mengajak seluruh hadirin untuk berikan penghormatan kepada anggota yang gugur dalam tugas.

Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan bahwa di balik perayaan Hari Bhayangkara tahun ini, institusinya tengah diliputi duka mendalam akibat insiden yang terjadi saat operasi pemberantasan narkotika di wilayah Kabupaten Katingan.

“Hari ini memang hari yang membahagiakan, namun bagi kami jajaran kepolisian juga menjadi hari yang penuh duka. Saya mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama mendoakan anggota kami yang telah gugur dan rekan-rekannya yang hingga kini masih dalam pencarian,” ujarnya.

Kapolda menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/7/2026) dini hari ketika tim dari kepolisian melaksanakan operasi penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika di Kabupaten Katingan. Dalam pelaksanaan tugas itu, satu personel dinyatakan meninggal dunia, sementara dua anggota lainnya belum ditemukan.

Anggota yang gugur diketahui bernama Aipda Yudi Perdana Putra. Sementara dua personel yang masih dalam pencarian adalah Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.

Irjen Pol Iwan Kurniawan berharap seluruh masyarakat Kalteng turut mendoakan para personel yang menjadi korban dalam operasi tersebut. Ia juga meminta doa agar proses pencarian terhadap dua anggota yang hilang dapat membuahkan hasil.

“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, dan dua personel yang masih hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” jelasnya.

Menurut Kapolda, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian, khususnya dalam memberantas peredaran narkotika, memiliki risiko yang sangat tinggi. Meski demikian, Polri tetap berkomitmen menjalankan penegakan hukum demi melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.

Hingga Kamis siang, proses pencarian terhadap dua personel yang hilang masih terus dilakukan. Tim gabungan diterjunkan untuk menyisir lokasi kejadian dan area di sekitarnya guna menemukan kedua anggota tersebut.

Polda Kalteng belum menyampaikan secara rinci kronologi insiden maupun penyebab gugurnya personel dalam operasi tersebut. Pihaknya menyatakan fokus utama saat ini adalah proses pencarian terhadap dua anggota yang masih hilang serta penanganan di lokasi kejadian.

Jenazah Aipda Yudhi Perdana Putra dan Teriyo Tiba di RS Bhayangkara

Suasana duka menyelimuti Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Tengah saat iring-iringan mobil ambulans yang membawa jenazah anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra tiba sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (2/7/2026). Ambulans yang juga membawa jenazah Teriyo, keluarga terduga pelaku, dikawal ketat oleh personel Polres Katingan.

Tangis keluarga pecah seketika ketika jenazah Aipda Yudhi diturunkan dari ambulans. Sang ibu tampak histeris, sementara ayah almarhum terlihat lemas dan tak kuasa menahan kesedihan saat melihat putra kebanggaannya terbujur kaku setelah gugur dalam menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika.

Paman almarhum, Labih (51), mengatakan pihak keluarga awalnya mengetahui kabar duka tersebut melalui pesan yang beredar di grup WhatsApp. Tak lama kemudian, keluarga mendapat konfirmasi dari rekan-rekan almarhum bahwa Aipda Yudhi gugur saat menjalankan operasi pemberantasan narkoba di Kecamatan Katingan Tengah.

“Informasinya kami dapat dari grup WhatsApp, kemudian baru dikonfirmasi oleh rekan-rekannya. Orang tuanya juga baru siang tadi menerima kabar bahwa almarhum gugur saat bertugas,” ujarnya.

Saat ini, jenazah Aipda Yudhi Perdana Putra dan Teriyo masih menjalani proses visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Tengah sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.fwa/mak/dte/red

 

-
-
-