-
Hukrim

Kepala Mr X Ditemukan, Polisi Belum Tahu Korban Pembunuhan atau Bukan

833
×

Kepala Mr X Ditemukan, Polisi Belum Tahu Korban Pembunuhan atau Bukan

Sebarkan artikel ini
IDENTIFIKASI- ‎‎Personel Polsek Sabangau melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap jenazah Mr x yang ditemukan membusuk di semak belakang warung.‎FOTO HMS POLRESTA PALANGKA RAYA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kasus penemuan jenazah pria tanpa identitas (Mr X) di kawasan semak belukar belakang warung warga di Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, masih menyisakan misteri. Hingga kini, aparat kepolisian belum berhasil mengungkap identitas maupun penyebab pasti kematian korban.

‎Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh yang telah membusuk. Saat proses olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas juga menemukan kepala korban yang terpisah dari tubuhnya sekitar 10 meter dari lokasi penemuan jenazah.

‎Kapolsek Sabangau Iptu Agung Setyanto mengatakan, penyelidikan masih terus dilakukan. Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi serta masih menunggu hasil visum dari RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya untuk memastikan penyebab kematian korban.

‎”Sampai hari ini kita masih sama-sama menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
‎‎Menurut Agung, kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan lanjut menjadi kendala dalam proses identifikasi. Sebagian tubuh korban bahkan telah menjadi tulang belulang, sementara tidak ditemukan satu pun identitas diri di lokasi kejadian.

‎Adapun ciri-ciri korban saat ditemukan yakni diperkirakan berusia sekitar 25 hingga 30 tahun, mengenakan kaus putih merek Puma, jaket hoodie hitam bertuliskan Anthom, celana jeans panjang warna biru navy, celana dalam merek CDR, serta ikat pinggang berkepala gesper warna silver merek ZOXX.

‎”Di tubuh korban tidak ditemukan identitas seperti dompet, SIM maupun KTP. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar satu minggu. Untuk kepala korban sudah ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi ditemukannya jenazah,” jelasnya.

‎Meski kepala korban ditemukan terpisah dari tubuhnya, polisi belum dapat menyimpulkan adanya unsur pembunuhan. Menurut Agung, dugaan sementara kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kekerasan, melainkan kemungkinan akibat aktivitas satwa liar setelah korban meninggal dunia.

‎”Untuk saat ini kami belum berani menyampaikan penyebab kematian korban. Kita masih menunggu hasil visum dari dokter,” katanya.

‎Ia menambahkan, dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya rambut korban yang masih menempel di bagian pundak atau tubuh jenazah saat olah TKP dilakukan.

‎”Kami menyampaikan seperti itu karena di TKP sendiri rambut korban masih berada di bagian pundak atau tubuh korban,” ungkapnya.

‎Polisi berharap identitas korban segera terungkap agar proses penyelidikan dapat berjalan lebih maksimal. Untuk itu, masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa diminta segera melapor kepada pihak kepolisian.

‎”Kami mengimbau masyarakat Kota Palangka Raya yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera melapor ke Polsek Sabangau atau Polresta Palangka Raya,” pungkasnya.

‎Saat ini jenazah sudah dimakamkan di TPU Km 12 oleh Dinas Sosial, setelah menjalani pemeriksaan visum di rumah sakit RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, sementara penyidik terus mengumpulkan informasi guna mengungkap identitas korban serta penyebab pasti kematiannya.mak/fwa-red.
‎

 

-
-
-