SUKAMARA/TABENGAN.CO.ID – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pangkalan Bun meluncurkan Program Re-Bina (Reintegrasi Berbasis Kemandirian) sebagai upaya mendekatkan layanan pembimbingan sekaligus meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan di Kabupaten Sukamara dan sekitarnya.
Peluncuran program tersebut digelar di Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Sukamara, Rabu (9/7), dan dihadiri jajaran Bapas Pangkalan Bun, Lapas Sukamara, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sukamara, Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara, serta para klien pemasyarakatan.
Kepala Bapas Kelas II Pangkalan Bun, Tigor Immanuel Hutabalian, mengatakan Program Re-Bina merupakan inovasi untuk menjawab tantangan pelayanan pembimbingan bagi klien yang tersebar di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Lamandau.
Menurutnya, selama ini seluruh layanan pembimbingan masih terpusat di Kantor Bapas Pangkalan Bun sehingga menyulitkan sebagian klien yang harus menempuh perjalanan jauh.
“Kami memahami kendala yang dihadapi klien, mulai dari jarak, biaya hingga waktu untuk mengikuti pembimbingan di Pangkalan Bun. Melalui Program Re-Bina, kami menggandeng berbagai pemangku kepentingan agar pelayanan dapat diberikan lebih dekat dengan tempat tinggal mereka,” ujar Tigor.
Ia juga mengapresiasi dukungan Lapas Sukamara dan instansi terkait yang memfasilitasi pelaksanaan program tersebut, terutama selama Pos Bapas Sukamara masih menjalani proses renovasi.
“Kami berterima kasih kepada Kalapas Sukamara dan seluruh instansi yang telah mendukung pelaksanaan launching Program Re-Bina ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Sukamara, Fajar Nurcahyono Assyifa, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pembimbingan yang dijalankan Bapas Pangkalan Bun.
“Sebagai sesama satuan kerja pemasyarakatan, kami harus saling mendukung demi keberhasilan pembinaan dan reintegrasi warga binaan ke tengah masyarakat,” katanya. afd/fwa-red











