-
Hukrim

Tabrak Truk Mogok Sopir Ekspedisi Tewas Terjepit

300
×

Tabrak Truk Mogok Sopir Ekspedisi Tewas Terjepit

Sebarkan artikel ini
-

TEWAS-Petugas gabungan saat melakukan pertolongan terhadap jenazah Joni yang masih terjepit pasca kecelakaan yang dialaminya.‎Foto humas Polresta / Basarnas Palangka Raya.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Seorang sopir jasa ekspedisi meninggal dunia setelah mobil yang dikemudikannya menabrak bagian belakang sebuah truk yang sedang berhenti di bahu jalan di kawasan Jalan Mahir Mahar Lingkar Luar, dekat ujung Jalan G. Obos, Kota Palangka Raya, Sabtu (11/7/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Masius Joni (31), warga Desa Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Korban merupakan pengemudi mobil Daihatsu Grand Max warna putih dengan nomor polisi B 9940 PCY.

Berdasarkan hasil investigasi awal Unit Gakkum Satlantas Polresta Palangka Raya yang disampaikan Kanit Gakkum Ipda Amat, kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB setelah kendaraan yang dikemudikan korban melaju dari arah Tingang menuju Jalan G. Obos.

Sesampainya di lokasi kejadian, di jalur yang sama terdapat sebuah truk UD Quester warna putih bernomor polisi KH 8332 BM yang dikemudikan Yunaryo, warga Desa Batu Sambung, Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas. Truk tersebut diketahui sedang berhenti atau terparkir di bahu kiri jalan dan diduga mengalami kerusakan.

‎”Karena jarak yang sudah terlalu dekat, mobil Daihatsu Grand Max yang dikemudikan korban tidak sempat menghindar dan menabrak bagian belakang truk tersebut,” jelas Ipda Amat.

Akibat benturan keras itu, kedua kendaraan mengalami kerusakan material. Sementara pengemudi Daihatsu Grand Max mengalami luka berat dan terjepit di dalam kabin kendaraan hingga akhirnya meninggal dunia.

Sementara itu, Proses evakuasi korban dilakukan oleh Tim SAR Gabungan setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya menerima laporan kejadian pada pukul 03.30 WIB.

‎Tim Rescue Basarnas tiba di lokasi sekitar pukul 03.42 WIB dan langsung melakukan evakuasi menggunakan peralatan ekstrikasi bersama unsur SAR gabungan. Korban berhasil dikeluarkan dari dalam kabin pada pukul 04.10 WIB, namun sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, A.A. Ketut Alit Supartana, mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam proses penyelamatan dan evakuasi.

‎”Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kerja cept seluruh unsur SAR gabungan sehingga proses evakuasi dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar. Kami juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban,” ujarnya.

Berdasarkan informasi awal yang diterima Basarnas, kecelakaan diduga terjadi setelah korban mengalami kelelahan saat mengemudi. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan Satlantas Polresta Palangka Raya.

Basarnas Palangka Raya juga mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima dan beristirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan, guna mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam proses evakuasi terdiri dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, Satlantas Polresta Palangka Raya, Relawan Putra Pahandut, serta masyarakat sekitar. mak/fwa-red.

 

 

 

 

 

 

-
-
-