-
KESEHATAN

Jangan Anggap Sepele Bengkak di Rahang atau Leher

308
×

Jangan Anggap Sepele Bengkak di Rahang atau Leher

Sebarkan artikel ini
-

Oleh: drg Cahyono Yudianto, SpBMM

Staf Medis di RSUD Mas Amsyar Kasongan Kabupaten Katingan

Mahasiswa S3 di FKG Universitas Padjadjaran Bandung

Sebagian masyarakat menganggap bengkak di pipi, rahang, atau leher hanyalah sakit gigi biasa atau bahkan dikira penyakit gondongan. Padahal, dalam beberapa kasus, pembengkakan tersebut bisa menjadi tanda infeksi serius yang memerlukan penanganan segera di rumah sakit.

Infeksi yang berasal dari gigi dapat menyebar ke jaringan leher bagian dalam. Kondisi ini dikenal sebagai infeksi leher dalam (deep neck infection). Meskipun tidak sering terjadi, penyakit ini dapat berkembang dengan cepat dan mengancam nyawa apabila tidak segera ditangani.

Awalnya infeksi biasanya berasal dari gigi berlubang yang tidak diobati. Bakteri masuk ke bagian dalam gigi, kemudian menyebar ke jaringan sekitar akar gigi. Bila dibiarkan, infeksi dapat membentuk kantong nanah (abses) dan menyebar ke pipi, rahang, hingga leher.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri gigi yang hebat, pembengkakan pada pipi atau rahang, sulit membuka mulut, sulit menelan, demam, suara berubah, bahkan sesak napas. Bila sudah muncul kesulitan bernapas atau sulit menelan air liur, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat dan harus segera dibawa ke rumah sakit.

Banyak orang berharap infeksi akan sembuh hanya dengan minum antibiotik. Padahal, bila sudah terbentuk kantong nanah, antibiotik saja sering kali tidak cukup. Dokter mungkin perlu melakukan tindakan untuk mengeluarkan nanah dan menghilangkan sumber infeksi, misalnya dengan mencabut gigi penyebab atau melakukan operasi drainase.

Karena itu, semakin cepat pasien datang berobat, semakin besar peluang untuk sembuh tanpa komplikasi yang berat.

Pada beberapa pasien, pembengkakan dapat menekan saluran napas sehingga pasien membutuhkan perawatan intensif. Dalam kondisi tertentu, dokter anestesi perlu membantu mengamankan jalan napas sebelum tindakan operasi dilakukan. Setelah operasi, sebagian pasien juga masih memerlukan pemantauan di ruang perawatan intensif (ICU), terutama bila infeksinya sudah cukup luas.

Pencegahan tentu jauh lebih baik daripada pengobatan. Menjaga kebersihan gigi dan mulut merupakan langkah sederhana tetapi sangat penting. Menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi bila diperlukan, mengurangi makanan dan minuman tinggi gula, serta memeriksakan gigi secara rutin setiap enam bulan dapat membantu mencegah terjadinya infeksi.

Jangan menunggu sampai pipi atau leher membengkak besar. Gigi berlubang yang tampak sepele dapat berkembang menjadi infeksi yang berat bila dibiarkan terlalu lama.

Selain itu, masyarakat juga perlu menghindari kebiasaan mengobati sendiri dengan membeli antibiotik tanpa pemeriksaan dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal sehingga pengobatan menjadi lebih sulit.

Yang tidak kalah penting adalah mengenali tanda bahaya. Bila pembengkakan disertai demam tinggi, sulit membuka mulut, sulit menelan, sesak napas, atau pembengkakan semakin cepat membesar, segera datang ke fasilitas kesehatan. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi serius dan meningkatkan peluang kesembuhan.

Menjaga kesehatan gigi bukan hanya untuk mendapatkan senyum yang indah, tetapi juga untuk melindungi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jangan anggap remeh sakit gigi, karena dalam kondisi tertentu infeksi dari gigi dapat menjadi penyakit yang mengancam jiwa.****

 

 

 

-
-
-