PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kedatangan Bio di Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Kamis (16/7/2026) sore, tidak hanya disambut aparat keamanan dan awak media, tetapi juga oleh seorang perempuan bernama Intan (30) yang mengaku sebagai mantan istrinya.
Bio bersama dua tersangka lainnya, Ramblan dan Perie, tiba di Bandara setelah menjalani proses pemeriksaan di Mabes Polri.
Sebelumnya, ketiganya ditangkap oleh Bareskrim Polri di Samarinda, Kalimantan Timur pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 23.45 WITA, dalam pengungkapan kasus penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penindakan jaringan narkotika pada (2/7/2026) lalu.
Di tengah ramainya pemberitaan mengenai kasus tersebut, Intan mengaku sengaja datang untuk melihat secara langsung kondisi mantan suaminya. Meski hubungan rumah tangga mereka telah berakhir, ia mengaku masih menyimpan rasa iba.
“Kasihan saja melihat keadaannya sekarang,” ucap Intan saat dicecar wartawan.
Namun, rasa simpati itu tidak menutupi kenyataan pahit yang pernah ia alami selama membangun rumah tangga bersama Bio. Menurutnya, kehidupan pernikahan mereka diwarnai pertengkaran yang berulang akibat sifat Bio yang mudah terpancing emosi.
Intan menuturkan, usia pernikahan mereka hanya bertahan sekitar delapan bulan. Sebelum resmi berpisah, Bio disebut telah mengucapkan talak pada Maret lalu, yang menjadi awal berakhirnya rumah tangga mereka.
“Kalau usia pernikahan sekitar delapan bulan. Tapi pada bulan Maret dia sudah mengucapkan talak,” tuturnya.
Ia menggambarkan Bio sebagai sosok yang memiliki temperamen tinggi. Dalam kesehariannya sebagai suami, kata Intan, Bio kerap melampiaskan emosinya hingga berujung pada tindakan kekerasan.
“Orangnya temperamen, sering marah, bahkan sering memukul. Saya juga tidak betah tinggal di kampung, makanya lebih sering berada di Palangka Raya,” katanya.
Meski pernah hidup serumah, Intan mengaku tidak mengetahui bahwa Bio diduga terlibat dalam bisnis peredaran narkotika. Ia hanya mengetahui mantan suaminya merupakan pengguna sabu.
“Saya tidak tahu kalau dia bandar sabu. Yang saya tahu dia memang memakai sabu. Saya tahu dia membeli, tapi saya tidak tahu beli di mana dan dari siapa,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai aktivitas sehari-hari Bio, Intan menyebut mantan suaminya tidak memiliki pekerjaan tetap. Menurutnya, sebagian besar waktu dihabiskan di belakang rumah sambil bermain judi online.
“Sehari-harinya lebih banyak di markas belakang rumah, main slot,” sebutnya.
Intan juga mengaku tidak berada di lokasi ketika Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan di Desa Kalemei, Kabupaten Katingan. Ia bahkan menduga saat penggerebekan berlangsung, Bio sedang bersama perempuan lain.
“Saya tidak ada di sana waktu penggerebekan. Mungkin dia sedang bersama selingkuhannya,” bebernya. dte/mak/fwa-red











