Kepala Perum Bulog Kanwil Kalimantan Tengah Erwin Budiana
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras dari petani sebagai langkah menjaga ketersediaan stok pangan menghadapi musim kemarau. Hingga akhir Juli 2026, realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 9.400 ton atau 60 persen dari target tahun ini sebesar 15.400 ton.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kalimantan Tengah Erwin Budiana mengatakan, memasuki musim kemarau, Bulog memanfaatkan momentum panen gadu yang mulai berlangsung di sejumlah daerah sentra produksi padi.
“Alhamdulillah memang khusus di Kalimantan Tengah sudah mulai memasuki musim panen. Jadi kami langsung segera melakukan penyerapan kembali, terutama di daerah Kapuas, Pulang Pisau, dan Kotawaringin Timur. Sampai dengan saat ini, walaupun secara target realisasinya baru 60 persen, tetapi insya Allah sisa 40 persen bisa kita penuhi melalui panen gadu yang berlangsung mulai Juli hingga September bahkan Oktober,” ujar Erwin, di Palangka Raya, Jumat (24/7).
Menurutnya, panen gadu menjadi peluang besar untuk memenuhi target pengadaan beras sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah hingga akhir tahun.
Erwin menjelaskan, kondisi musim kemarau saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas pertanian di Kalimantan Tengah. Hal tersebut karena sistem pengairan di sejumlah sentra pertanian masih berfungsi dengan baik.
“Sawah itu memang sangat tergantung pada pengairan. Namun dari yang kami lihat di lapangan, kondisi pengairan masih bagus sehingga hasil panennya juga masih baik dan cukup banyak. Harapannya, jika pasokan gabah melimpah, Bulog juga bisa terus melakukan penyerapan. Jadi alhamdulillah untuk saat ini kemarau belum terlalu berpengaruh,” katanya.
Ia mengungkapkan, sebagian besar penyerapan gabah hingga saat ini berasal dari Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin Timur yang menjadi sentra produksi padi di Kalimantan Tengah.
“Realisasi penyerapan kita sampai sekarang sudah sekitar 9.400 ton atau 60 persen dari target 15.400 ton. Penyerapan terbesar berasal dari Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur,” jelasnya.
Selain melakukan penyerapan hasil panen petani, Bulog juga terus berupaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran sebagai bagian dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Menurut Erwin, Bulog secara rutin bekerja sama dengan pemerintah daerah menggelar Gerakan Pangan Murah maupun pasar murah guna memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau.
“Sebagai anggota TPID, kami bersama Dinas Perdagangan dan dinas terkait secara rutin melaksanakan Gerakan Pangan Murah maupun pasar murah. Kami melakukan penjualan beras, baik beras medium maupun premium, secara berkala untuk membantu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi,” pungkasnya.
Melalui optimalisasi penyerapan hasil panen dan pelaksanaan program stabilisasi harga, Bulog Kalimantan Tengah optimistis mampu memenuhi target pengadaan beras tahun 2026 sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan bagi masyarakat hingga akhir tahun.ldw/ded-red











