-
Ekobis

Kabut Asap Mulai Selimuti Palangka Raya, Satu Penerbangan Susi Air Tertunda Akibat Jarak Pandang Menurun

272
×

Kabut Asap Mulai Selimuti Palangka Raya, Satu Penerbangan Susi Air Tertunda Akibat Jarak Pandang Menurun

Sebarkan artikel ini
General Manager Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kabut asap mulai menyelimuti Kota Palangka Raya pada Senin (27/7/2026) pagi. Fenomena yang diduga merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah itu mulai memengaruhi aktivitas transportasi udara, meski secara umum operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut masih berlangsung normal.

General Manager Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengatakan kemunculan kabut asap baru terjadi pada hari ini sehingga aktivitas penerbangan secara umum belum mengalami gangguan yang signifikan.

“Sejauh ini kondisi penerbangan masih belum terganggu karena kemunculan kabut baru hari ini. Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang dalam beberapa hari ke depan,” ujar I Made melalui pesan singkat, Senin (27/7/2026).

Meski demikian, penurunan jarak pandang akibat kabut asap telah berdampak pada salah satu jadwal penerbangan. Pesawat Susi Air rute Palangka Raya–Hampapak (PKY–HMS) mengalami keterlambatan keberangkatan sekitar 60 menit sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi cuaca.

I Made menegaskan, hingga saat ini operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut masih berjalan dengan aman. Penyesuaian jadwal dilakukan semata-mata untuk mengutamakan aspek keselamatan penerbangan sesuai dengan kondisi cuaca yang terjadi di lapangan.

Selain itu, pihak bandara terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, BMKG, maskapai penerbangan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan kabut asap serta mengantisipasi potensi gangguan operasional apabila kondisi semakin pekat.

“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Karena itu, kami terus memantau kondisi cuaca dan jarak pandang secara berkala bersama seluruh stakeholder agar operasional tetap berjalan aman dan lancar,” katanya.

Ia juga berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dapat segera dioptimalkan sehingga kabut asap tidak semakin meluas dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat maupun sektor transportasi udara.

“Kami berharap penanganan karhutla dapat berjalan optimal sehingga kabut asap tidak semakin tebal dan operasional penerbangan tetap berlangsung dengan aman dan lancar,” tutupnya. Rmp

 

-
-
-