PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Antrean kendaraan terlihat memadati sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut terjadi di beberapa titik, di antaranya SPBU Jalan Yos Soedarso, Jalan Imam Bonjol, Jalan Soekarno, Jalan Tjilik Riwut Km 2, hingga SPBU Km 7.
Menanggapi kondisi tersebut, Sales Area Manager Pertamina Kalimantan Tengah, Donny Prasetya, menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi meningkatnya antrean di SPBU.
Menurut Donny, salah satu faktor yang turut mendorong peningkatan antrean adalah terjadinya perpindahan atau switching konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh semakin lebarnya disparitas harga antara kedua jenis bahan bakar tersebut.
“Beberapa faktor yang mempengaruhi, perpindahan (switching) konsumen dari sebelumnya pengguna Pertamax ke Pertalite dikarenakan disparitas harga yang semakin tinggi,” ujar Donny kepada Tabengan, Selasa (8/9/2026).
Selain meningkatnya permintaan terhadap Pertalite, kondisi cuaca dan lingkungan juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap kelancaran distribusi BBM ke sejumlah SPBU.
Donny mengatakan, musim kemarau dan kondisi kekeringan membuat arus pasang-surut menjadi lebih dinamis dibandingkan kondisi normal.
Situasi tersebut berdampak pada proses pengiriman BBM, khususnya melalui jalur distribusi yang bergantung pada kondisi perairan.
“Berikutnya faktor kemarau dan karhutla menjadi penyebab keterlambatan pengiriman ke SPBU,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga turut memengaruhi kelancaran distribusi karena menurunkan jarak pandang di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat mobil tangki BBM harus menyesuaikan kecepatan perjalanan demi menjaga keselamatan.
“Karhutla yang mengganggu jarak pandang aman juga menyebabkan mobil tangki mengatur laju kendaraan dan mengikuti arahan petugas berwenang di lapangan,” pungkas Donny. rmp/rca-red











