-
Ekobis

Pertalite Diburu, 4 SPBU Palangka Raya Buka 24 Jam

326
×

Pertalite Diburu, 4 SPBU Palangka Raya Buka 24 Jam

Sebarkan artikel ini
CEK ANTREAN- Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini saat melakukan peninjauan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya, Sabtu (5/9/2026).FOTO DISPERINDAG UNTUK TABENGAN
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Antrean panjang kendaraan kembali mewarnai sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya. Di tengah meningkatnya warga yang memilih Pertalite, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Pertamina mengambil langkah untuk mengurai kepadatan dengan memperpanjang waktu pelayanan di empat SPBU hingga 24 jam.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini setelah meninjau langsung kondisi sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Jalan Imam Bonjol dan Jalan Ir Soekarno, Sabtu (5/9/2026).

Adapun empat SPBU yang mendapatkan perpanjangan jam operasional tersebut yakni SPBU Kilometer 12 Jalan Tjilik Riwut, SPBU Jalan Diponegoro, SPBU Jalan Seth Adji, dan SPBU Pahandut Seberang.

Menurut Zaini, kebijakan operasional selama 24 jam diharapkan dapat membuat antrean lebih tersebar. Masyarakat yang tidak ingin terjebak kepadatan pada siang atau sore hari dapat memanfaatkan waktu pengisian pada malam hingga dini hari.

“Bagi masyarakat yang tidak menginginkan antrean panjang, mungkin bisa mengisi pada jam-jam malam,” ujar Zaini.

Di balik panjangnya antrean, Zaini menegaskan tidak ada pengurangan kuota Pertalite di wilayah Kota Palangka Raya.

“Kita sudah mendapatkan penjelasan dari Pertamina bahwa stok yang tersedia, kuota untuk Palangka Raya, tidak ada pengurangan,” jelasnya.

Sebelum turun melakukan peninjauan, Pemko Palangka Raya juga menggelar rapat koordinasi bersama Area Manager Regional Kalimantan Pertamina, Polres Palangka Raya serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dalam pertemuan tersebut, Pertamina memastikan pasokan dan kuota Pertalite untuk Palangka Raya tetap normal sesuai alokasi yang selama ini diterima, kemudian Pemko Palangka Raya juga memastikan kondisi pasokan Pertalite masih aman.

“Atas saran Pak Wali, kita ingin memastikan bahwa kebutuhan BBM, khususnya Pertalite di Kota Palangka Raya ini aman. Jadi yang selama ini diberikan, itulah yang dikirimkan,” tuturnya.

Zaini menyebut panjangnya antrean kendaraan tidak serta-merta menunjukkan adanya kelangkaan Pertalite maupun pengurangan kuota BBM subsidi.

Salah satu pemicunya, kata dia, adalah meningkatnya jumlah pengguna Pertalite. Perbedaan harga antara Pertamax dan Pertalite membuat sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke BBM subsidi.

Peralihan tersebut kemudian meningkatkan permintaan Pertalite secara signifikan dan berimbas pada kepadatan antrean di SPBU.

“Kenapa terjadi antrean? Yang pertama karena ada perbedaan harga yang luar biasa antara Pertamax dan Pertalite. Artinya, masyarakat yang kemarin menggunakan konsumsi Pertamax, sebagian itu beralih ke Pertalite. Sehingga menyebabkan masyarakat yang membutuhkan Pertalite jadi banyak jumlahnya,” ungkap Zaini.

Meski terjadi peningkatan permintaan, berdasarkan perhitungan Pertamina, alokasi Pertalite untuk Palangka Raya masih dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Karena itu, masyarakat diminta tidak panik dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena khawatir terjadi kelangkaan.

“Yang pertama perlu kita pastikan adalah ketersediaan stok Pertalite di Kota Palangka Raya cukup. Itu yang penting,” tegasnya.

Selain memperpanjang jam pelayanan, distribusi Pertalite ke sejumlah SPBU juga dipastikan tetap berjalan.

Zaini menjelaskan, apabila terjadi kekosongan di SPBU, kondisi tersebut pada umumnya hanya bersifat sementara. Salah satu penyebabnya dapat berasal dari keterlambatan pengiriman BBM dari depo menuju Palangka Raya.
Dengan pelayanan 24 jam di empat SPBU, masyarakat diharapkan dapat mengatur waktu pengisian sehingga tidak seluruhnya datang pada jam-jam sibuk.
Pemko juga mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara wajar dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan.

“Dipastikan stoknya cukup. Jadi kita harapkan kepada masyarakat Kota Palangka Raya yang pertama ya tentunya menggunakan BBM sewajarnya saja. Jadi tidak perlu harus ada kekhawatiran kekurangan,” pungkasnya. nws/fwa-red

-
-
-