Dr Tomy Haridjaya S Sos MM
Kepala BPMP Kalteng
Pendidikan yang bermutu tidak hanya ditentukan oleh kurikulum yang baik, guru yang kompeten, atau metode pembelajaran yang inovatif. Pendidikan juga membutuhkan ruang belajar yang aman, nyaman, sehat, dan layak bagi tumbuh kembang peserta didik. Karena itulah pemerintah saat ini menjalankan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai salah satu program prioritas nasional untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan di seluruh Indonesia. Program ini merupakan amanat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, serta Digitalisasi Pembelajaran.
Bagi masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng), program revitalisasi sekolah bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik gedung sekolah. Lebih dari itu, revitalisasi merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak Kalteng, agar memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik dan lebih merata.
Kita menyadari, Kalteng memiliki tantangan geografis yang sangat besar. Wilayah yang luas, banyak sekolah berada di daerah terpencil, pedalaman, pesisir sungai, maupun wilayah yang aksesnya masih terbatas. Tidak sedikit satuan pendidikan yang mengalami kerusakan bangunan, keterbatasan ruang belajar, sanitasi yang kurang memadai, maupun sarana pendukung pembelajaran yang belum memenuhi standar.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, pemerintah berupaya menjawab tantangan tersebut dengan melakukan rehabilitasi ruang yang rusak, pembangunan ruang belajar, perbaikan lingkungan sekolah, perbaikan fasilitas pendukung, penyediaan fasilitas sanitasi, akses air bersih.
Program ini memiliki tujuan yang sangat mendasar, yaitu memastikan setiap anak Indonesia, termasuk anak-anak di Melalui, memiliki kesempatan belajar pada lingkungan yang layak, aman, sehat, dan mendukung proses pembelajaran secara optimal.
Namun masyarakat perlu memahami bahwa revitalisasi bukanlah sekadar memperbaiki tembok, mengganti atap, atau mengecat bangunan sekolah. Revitalisasi sesungguhnya adalah upaya menghidupkan kembali fungsi sekolah sebagai pusat tumbuhnya kemampuan berpikir, karakter, kreativitas, dan cita-cita generasi muda.
Sekolah yang nyaman akan membuat peserta didik lebih betah belajar. Ruang kelas yang baik akan membantu guru mengelola pembelajaran dengan lebih efektif. Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat akan meningkatkan kesehatan peserta didik. Sarana yang memadai akan mendukung penerapan pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, dan bermakna.
Bagi Kalteng, program ini memiliki arti yang sangat strategis. Revitalisasi sekolah merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung peningkatan literasi, numerasi, sains, pembelajaran mendalam, serta penguatan karakter peserta didik. Sulit mengharapkan hasil belajar yang optimal apabila proses pembelajaran masih berlangsung pada bangunan yang rusak atau fasilitas yang tidak memadai.
Karena itu, revitalisasi harus dipandang sebagai bagian dari upaya besar membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas. Program ini berjalan beriringan dengan digitalisasi pembelajaran, penguatan kompetensi guru, pembelajaran mendalam, penguatan karakter, serta berbagai program prioritas pendidikan lainnya.
Yang menarik, program revitalisasi juga mendorong keterlibatan masyarakat secara langsung. Pemerintah menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaannya. Sekolah, komite sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat bersama-sama mengawal agar pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peserta didik.
Selain meningkatkan mutu pendidikan, revitalisasi sekolah juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Kegiatan pembangunan dan rehabilitasi melibatkan tenaga kerja lokal, penggunaan bahan bangunan lokal, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar sekolah. Dengan demikian, manfaat revitalisasi tidak hanya dirasakan oleh sekolah, tetapi juga oleh masyarakat secara luas.
Di tingkat nasional, program revitalisasi telah menjangkau lebih dari 16 ribu lebih satuan pendidikan dan menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat pemerintah dalam bidang pendidikan. Pemerintah menyiapkan anggaran besar sebagai bentuk komitmen untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik.
Bagi masyarakat Kalimantan Tengah, keberhasilan revitalisasi sekolah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Keberhasilan program ini juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Orang tua dapat ikut mengawasi dan menjaga fasilitas sekolah. Komite sekolah dapat menjadi mitra dalam memastikan program berjalan sesuai kebutuhan. Pemerintah daerah dapat mengintegrasikan revitalisasi dengan pembangunan pendidikan daerah. Dunia usaha dan masyarakat juga dapat memberikan dukungan sesuai kapasitas masing-masing.
Pada akhirnya, revitalisasi sekolah bukanlah tentang membangun gedung semata. Revitalisasi adalah tentang membangun harapan. Harapan bahwa anak-anak Kalimantan Tengah dapat belajar dalam lingkungan yang lebih baik. Harapan bahwa guru dapat mengajar dengan lebih optimal. Harapan bahwa kualitas pendidikan akan terus meningkat. Dan yang paling penting, harapan bahwa generasi masa depan Kalimantan Tengah akan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih maju.
Karena pendidikan yang bermutu dimulai dari sekolah yang layak. Dan revitalisasi sekolah adalah langkah nyata untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua di Kalimantan Tengah.











