-
Spirit Kalteng

‎Hari Ketiga Aksi Gerakan Palangka Raya Gelap, Massa Bawa Ban dan Tuntut GM PLN Tepati Janji Audiensi

193
×

‎Hari Ketiga Aksi Gerakan Palangka Raya Gelap, Massa Bawa Ban dan Tuntut GM PLN Tepati Janji Audiensi

Sebarkan artikel ini
-

Massa Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) kembali datangi kantor PLN Palangka Raya, sebagai bentuk protes pemadaman bergilir. Minta GM IUD Kalselteng untuk bertemu.FOTO TABENGAN ADE

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya, Pada hari ketiga aksi tersebut, massa membawa sejumlah ban sebagai simbol protes dan menuntut General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng), Iwan Soelistijino, hadir langsung menemui peserta aksi. Kamis (30/7/2026).

‎Aksi dimulai sejak pagi hari. Massa menilai pihak PLN tidak menepati janji untuk melakukan audiensi langsung dengan peserta aksi pada pukul 09.00 WIB. Hingga sekitar pukul 10.00 WIB, GM PLN belum juga hadir di lokasi sehingga memicu kekecewaan peserta aksi.

‎Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PLN, Asisten Manager Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Palangka Raya, Sesen, menemui massa dan menjelaskan bahwa GM PLN UID Kalselteng sedang melakukan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Tengah.

‎“Saat ini Pak GM sedang audiensi bersama Pak Gubernur Kalimantan Tengah. Beliau sudah berada di Palangka Raya sejak tadi malam dan agenda utamanya memang bertemu dengan Pak Gubernur,” ujar Sesen di hadapan peserta aksi.

‎Diketahui, Sesen adalah sebagai pejabat yang membidangi jaringan dan konstruksi serta bertanggung jawab pada aspek keandalan jaringan listrik 20 kV di wilayah kerja PLN UP3 Palangka Raya.

‎Namun, penjelasan tersebut tidak sepenuhnya diterima massa. Koordinator aksi Viteli menilai GM PLN lebih dahulu berjanji kepada masyarakat untuk hadir dalam audiensi hari ketiga aksi.

‎“GM berjanji dengan kami hari ini, bukan dengan gubernur. Kami sudah tiga hari menyampaikan aspirasi masyarakat dan menunggu penjelasan langsung dari pimpinan tertinggi PLN wilayah,” tegas Viteli dalam orasinya.

‎Suasana sempat memanas ketika massa meneriakkan tuntutan agar GM segera hadir. Sejumlah peserta aksi juga membawa ban ke depan kantor PLN sebagai bentuk simbolik protes atas pemadaman listrik bergilir yang dinilai telah merugikan masyarakat, pelaku UMKM, dan peternak.

‎Meski terdengar teriakan-teriakan emosional dari sebagian massa, aparat kepolisian dan petugas keamanan tetap melakukan pengamanan sehingga situasi tidak berkembang menjadi tindakan anarkis.

‎Aksi hari ketiga ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya, di mana massa menuntut penghentian pemadaman listrik bergilir, transparansi informasi gangguan kelistrikan, serta kompensasi bagi masyarakat yang mengalami kerugian akibat pemadaman berkepanjangan.

‎Saat aksi berlangsung, pertemuan langsung antara massa dengan GM PLN UID Kalselteng belum terlaksana. Hingga akhirnya massa kemudian di undang oleh Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran, ke istana untuk bertemu tatap muka langsung dengan gubernur dan GM PLN IUD Kalselteng, sebagai penyambung aspirasi masyarakat untuk menyampaikan orasinya. mak/red-fwa.

 

 

 

 

-
-
-