BUNTOK/TABENGAN.CO.ID – Belasan masyarakat yang tergabung dalam aliasi masyarakat peduli Barito Selatan kadap menyeruduk atau mendatangi kantor dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Barito Selatan yang berada di Jalan Pelita Raya tepatnya di depan kantor BPK Kalteng cabang Buntok.
Kedatangan belasan masyarakat Barito Selatan tersebut di kawal ratusan anggota polisi dari Polres Barsel dan Polsek Dusun Selatan serta sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja Barito Selatan serta di sambut ramah oleh Wakil Ketua I dan II DPRD Barsel Ideham dan Rusinah Andelen serta sejumlah anggota DPRD Barsel, di aula VVIV DPRD Barsel.
Dimana tujuan kedatangan belasan masyarakat Barsel itu dalam rangka untuk menyampaikan aspirasi masyarakat khususnya warga Barito Selatan yang mengeluhkan adanya pemadaman bergiliran selama hampir 2 bulan ini.
Saat menyampaikan aspirasi terkait terganggunya aliran tersebut juga di hadiri langsung oleh Kepala PT PLN unit layanan pelanggan (ULP) Buntok Vivin Aprianur serta sejumlah pejabat dilingkungan PT PLN ULP Buntok.
Saat pertemuan di DPRD Barsel perwakilan aliansi masyarakat peduli Barito Selatan Kadap tersebut Jailani mengatakan, kedatangan dirinya bersama dengan sejumlah masyarakat Barsel lainnya ingin menyampaikan keluhannya atas terjadinya pemadaman pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLN.
“Hasil pertemuan ini pihak PLN Buntok menyepakati mulai 5 Agustus 2026 nanti pemadaman bergilir akan berakhir dan semua mesin yang saat ini rusak akan segera membaik,” ujar Jailani, kepada wartawan.
Senada dengan Jailani, perwakilan aliansi masyarakat yang datang ke DPRD Barsel itu juga mengharapkan, janji atau surat pernyataan yang sudah disampaikan dan ditanda tangani oleh pimpinan PT PLN ULP Buntok ini dapat terealisasi.
“Dan apabila pada tanggal 5 Agustus 2026 mendatang, pemadaman listrik masih terjadi, maka kami akan melaksanakan demo dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi bahkan kami akan datangi kantor PT PLN ULP Buntok,”katanya.
Ditempat yang sama Wakil Ketua I DPRD Barsel Ideham saat memimpin pertemuan tersebut mengatakan, bahwa kesimpulan pertemuan ini pihaknya akan membuat perjanjian yang harus di tepati oleh PT PLN ULP Buntok, agar tidak ada pemadaman.
Selain itu pihaknya meminta PT PLN ULP Buntok untuk mempercepat jaringan listrik di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Barito Selatan serta meminta pada tanggal 5 Agustus 2026 mendatang tidak ada lagi siaga listrik, tapi sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir.
Kemudian Kepala PT PLN ULP Buntok Vivin Aprianur menyatakan, bahwa diyakini pada tanggal 5 Agustus 2026 mendatang listrik akan kembali normal dan tidak ada lagi pemadaman secara bergilir, sebab sejumlah mesin listrik yang rusak akan segera baik dan dapat berfungsi dengan normal, meskipun mesin listri kota asam – asam Pleihari Kalimantan Selatan diprediksi akan selesai diperbaiki pada akhir bulan Agustus 2026 mendatang.c-dan/dre-red











