-
Spirit Kalteng

DPRD Kalteng Dukung Penanganan Karhutla, BPBD Masih Kekurangan Peralatan

257
×

DPRD Kalteng Dukung Penanganan Karhutla, BPBD Masih Kekurangan Peralatan

Sebarkan artikel ini
-

Anggota DPRD Kalteng Pipit Setyorini bersama anggota DPRD Kotim dari Fraksi PKB Marudin, M Abadi, M Idi dan Zainudin mengunjungi BPBD Kotim dan menyerahkan bantuan bagi personel yang berjibaku menangani karhutla di lapangan, Senin (10/8/2026).FOTO ISTIMEWA

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Dukungan terhadap upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mengalir. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Pipit Setyorini bersama anggota DPRD Kotim dari Fraksi PKB yakni Marudin, M Abadi, M Idi dan Zainudin mengunjungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim sekaligus menyerahkan bantuan bagi personel yang berjibaku menangani karhutla di lapangan Senin (10/8/2026).

Bantuan yang diserahkan berupa minuman dan multivitamin untuk menunjang kondisi fisik para petugas yang selama ini bekerja di lapangan dalam upaya memadamkan kebakaran.
“Kami ke BPBD adalah bentuk support dan dukungan moril kami terhadap rekan-rekan BPBD dan satgas yang tergabung dalam penanggulangan karhutla di wilayah Kotawaringin Timur. Kami anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Fraksi PKB dapil Kotim -Seruyan bersama rekan-rekan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kotim, memberi dukungan dan apresiasi kepada BPBD bersama seluruh tim dan relawan sebagai garda terdepan dalam menangani karhutla,” ujar Anggota DPRD Kalteng Pipit Setyorini.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap para petugas yang berada di garis depan penanganan bencana karhutla.
“Ini bentuk kepedulian dan dukungan kami terhadap bencana. Kami menyerahkan sedikit bantuan untuk rekan-rekan yang di lapangan berupa minuman dan multivitamin. Harapan kami mudah-mudahan bermanfaat,” katanya.
Selain memberikan dukungan kepada petugas, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membakar lahan. Menurutnya, pembakaran lahan memberikan dampak luas, tidak hanya terhadap kesehatan dan lingkungan, tetapi juga menambah beban para petugas penanggulangan bencana.

“Kami mengajak masyarakat untuk menyudahi, tidak lagi membakar lahan dengan tujuan apa pun. Dampaknya bukan hanya buruk bagi kesehatan dan lingkungan, tetapi kita melihat rekan-rekan yang ada di BPBD harus berjibaku hampir 24 jam di lapangan untuk memadamkan api,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, pihaknya juga menerima informasi mengenai kondisi terkini penanganan karhutla di Kotim. Salah satu informasi yang menjadi perhatian adalah telah ditetapkannya status tanggap darurat karhutla di wilayah tersebut seiring kondisi kebakaran yang semakin meluas.
“Informasi yang kami terima, saat ini Kotim sudah masuk dalam tanggap darurat. Artinya, situasinya sudah makin meluas dan perlu penanggulangan. Dengan status tanggap darurat, penanganannya harus segera dimaksimalkan,” jelasnya.
Selain kondisi karhutla, BPBD juga menyampaikan masih adanya kebutuhan sejumlah peralatan untuk mendukung proses pemadaman api. Salah satunya adalah kebutuhan selang dan perlengkapan penunjang lainnya.
Kondisi tersebut menjadi catatan bagi DPRD Kalteng dan DPRD Kotim untuk ditindaklanjuti melalui jalur kelembagaan, termasuk mendorong dukungan anggaran maupun bantuan peralatan sesuai kewenangan dan mitra kerja masing-masing.
“Kami mendapat informasi bahwa BPBD juga masih kekurangan beberapa alat untuk menunjang proses pemadaman, di antaranya selang dan lain sebagainya. Itu nanti menjadi catatan khusus bagi kami. Mudah-mudahan nanti bisa kita bantu melalui rekan-rekan yang ada di DPRD Kabupaten, Fraksi PKB, sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” pungkas Pipit yang juga Ketua DPC PKB Kotim ini. (May/jsi-red)

 

-
-
-