-
Hukrim

Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Tewaskan 2 Balita

107
×

Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Tewaskan 2 Balita

Sebarkan artikel ini
INVESTIGASI-Disdamkarmat Palangka Raya melakukan investigasi awal di lokasi kebakaran Jalan Mendawai I, Kelurahan Palangka, Kamis (13/8/2026). FOTO DISDAMKARMAT PALANGKA RAYA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran maut di Jalan Mendawai I, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Selasa (11/8/2026), tidak hanya menghanguskan tiga rumah dan satu barak empat pintu. Kobaran api juga merenggut nyawa dua balita yang terjebak di dalam rumah.

Dua korban masing-masing berinisial N (2) dan K (4) meninggal dunia dalam peristiwa yang terjadi pada siang hari tersebut. Tragedi ini diduga dipicu korsleting listrik dari terminal yang digunakan untuk menopang sejumlah peralatan rumah tangga.

Hasil investigasi awal Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya menemukan dugaan gangguan kelistrikan pada terminal yang digunakan untuk mengoperasikan dua mesin cuci dan satu setrika uap.

Plt Kepala Disdamkarmat Palangka Raya Urianinu Napulangit melalui Kabid Pemadaman Alfrianto mengatakan, dugaan tersebut diperoleh dari pemeriksaan lokasi, keterangan saksi, serta bukti yang ditemukan petugas.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan lokasi, wawancara saksi, dan evaluasi bukti yang tersedia, penyebab utama kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik dari terminal listrik mesin cuci dan setrika uap yang terpasang pada stop kontak,” ujarnya, Kamis (13/8/2026)

Alfrianto menjelaskan, tiga peralatan tersebut tersambung pada satu terminal. Terminal juga terus terhubung dengan stop kontak dan tidak pernah dilepaskan. Kondisi itu diduga membuat suhu meningkat hingga memicu percikan listrik.

Lebih mengkhawatirkan, kabel yang digunakan disebut berupa kabel serabut dan tidak menggunakan kabel standar SNI. Beban listrik yang berlebihan diduga menyebabkan panas berlebih hingga menyulut material mudah terbakar di sekitarnya.

Api pertama kali diketahui anak pemilik rumah, Krismon Aditya alias Emon (28). Saat kejadian, Emon sedang bekerja, sedangkan istrinya berada di rumah bersama empat anak mereka, termasuk bayi berusia lima bulan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, anak tertua Emon terbangun setelah melihat api di kamar yang juga digunakan sebagai ruang usaha laundry. Api diduga muncul dari kabel terminal yang terhubung dengan setrika uap.

Saat itu listrik masih dalam kondisi menyala. Api pun dengan cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya. Warga yang mengetahui kejadian langsung berupaya melakukan penyelamatan. Mulyadi (44), warga yang tinggal di barak bagian depan, mengaku mendengar teriakan dari arah rumah Emon.

Saat mencari sumber suara, Mulyadi melihat seorang bayi berada di atas jembatan titian. Ia langsung menyelamatkan bayi tersebut dan membawanya ke rumah.

Namun ketika kembali mengarah ke lokasi kebakaran, api sudah membesar dan menjalar ke bagian depan bangunan. Warga pun berpacu menyelamatkan penghuni serta barang-barang yang masih bisa dievakuasi.

Dalam hitungan menit, kobaran api meluas dan menghanguskan tiga rumah serta satu barak yang terdiri dari empat pintu. Disdamkarmat mencatat luas area terdampak mencapai sekitar 1.200 meter persegi. Sebanyak lima kepala keluarga atau 19 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut.

Kerusakan bangunan tergolong total dengan kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp500 juta. Kerugian meliputi bangunan, perabot rumah tangga, dokumen penting, perangkat elektronik, mesin, hingga instalasi listrik. dte/fwa-red

-
-
-