-
Spirit Kalteng

PM2.5 TEMBUS 580 µG/M³-Udara Palangka Raya Berbahaya, Hujan Balum Terlihat

226
×

PM2.5 TEMBUS 580 µG/M³-Udara Palangka Raya Berbahaya, Hujan Balum Terlihat

Sebarkan artikel ini
PM2.5 TEMBUS 580 µG/M³-Udara Palangka Raya Berbahaya, Hujan Balum Terlihat. FOTO BMKG
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kualitas udara di Kota Palangka Raya pada Minggu (30/8/2026), berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 terpantau mengalami lonjakan sangat signifikan sejak pagi hingga siang hari.

Berdasarkan grafik kualitas udara yang disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, konsentrasi PM2.5 bahkan sempat mencapai sekitar 580 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 10.00 WIB dan masuk kategori Berbahaya.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Renianata menyampaikan, peningkatan konsentrasi PM2.5 terjadi cukup drastis setelah pukul 08.00 WIB.

“Berdasarkan grafik kualitas udara pada 30 Agustus 2026, konsentrasi PM2.5 mengalami lonjakan sangat signifikan sejak pagi hingga siang hari,” ujarnya saat dikonfirmasi Tabengan, Minggu (30/8/2026).

Ia menjelaskan, pada dini hari hingga pagi, konsentrasi PM2.5 masih berada pada kisaran 150–190 µg/m³. Pada pukul 00.00 WIB, konsentrasinya sekitar 140 µg/m³ dan masuk kategori Tidak Sehat.

Kemudian pukul 01.00 WIB tercatat sekitar 170 µg/m³, pukul 02.00 WIB sekitar 157 µg/m³, dan pukul 03.00 WIB sekitar 150 µg/m³. Selanjutnya, pada pukul 04.00 WIB konsentrasi sekitar 170 µg/m³, pukul 05.00 WIB sekitar 162 µg/m³, pukul 06.00 WIB sekitar 188 µg/m³, dan pukul 07.00 WIB sekitar 157 µg/m³.

Namun, kondisi berubah drastis mulai pukul 08.00 WIB. Konsentrasi PM2.5 melonjak hingga sekitar 385 µg/m³ dan masuk kategori Berbahaya.

“Mulai pukul 08.00 WIB terlihat peningkatan yang cukup drastis. Konsentrasi PM2.5 mencapai sekitar 385 µg/m³ dan kemudian terus mengalami peningkatan,” jelasnya.

Kenaikan tersebut berlanjut pada pukul 09.00 WIB. Konsentrasi PM2.5 mencapai sekitar 545 µg/m³. Satu jam berikutnya, angka tersebut kembali meningkat hingga mencapai titik tertinggi pada grafik, yakni sekitar 580 µg/m³ pada pukul 10.00 WIB.

Setelah mencapai puncak, konsentrasi PM2.5 mulai mengalami penurunan secara bertahap. Pada pukul 11.00 WIB, tercatat sekitar 555 µg/m³, kemudian turun menjadi 508,7 µg/m³ pada pukul 12.00 WIB.

Meski mengalami penurunan dari titik tertinggi, angka tersebut menunjukkan konsentrasi partikulat halus di udara masih berada pada level sangat tinggi. Kondisi ini menjadi perhatian karena paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang rentan.

Renianata mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan udara luar ketika kualitas udara memburuk.

Masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menggunakan masker yang sesuai serta mengurangi durasi berada di ruang terbuka.

Sementara itu, pintu dan jendela rumah dapat ditutup ketika kondisi udara di luar sedang buruk untuk mengurangi masuknya partikulat ke dalam ruangan.

“Kami mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, apabila beraktivitas diluar ruangan sebaiknya wajib menggunakan masker dan tetap memperhatikan kualitas udara,” pungkasnya. dte/fwa-red

 

-
-
-