-
DPRD PALANGKA RAYA

Sri Ani Ajak Warga Ikut Rawat Hasil Pembangunan

99
×

Sri Ani Ajak Warga Ikut Rawat Hasil Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II Komisi III DPRD Palangka Raya Sri Ani Rintuh
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pembangunan berbagai fasilitas publik di Kota Palangka Raya tidak akan memberikan manfaat maksimal jika tidak diiringi kesadaran masyarakat untuk merawatnya. Karena itu, edukasi kepada warga dinilai perlu diperkuat agar hasil pembangunan tidak cepat rusak dan anggaran daerah dapat digunakan secara lebih optimal.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua II Komisi III DPRD Palangka Raya Sri Ani Rintuh. Ia menilai keberadaan fasilitas umum bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat sebagai pengguna.

“Pemerintah sudah berupaya menyediakan sarana publik, tapi tanpa adanya kesadaran bersama dari masyarakat untuk menjaga, hasil pembangunan itu tidak akan bertahan lama,” katanya, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, kerusakan fasilitas umum di sejumlah wilayah tidak selalu berkaitan dengan kualitas pembangunan. Perilaku sebagian masyarakat yang kurang peduli terhadap fasilitas bersama juga menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Sejumlah fasilitas seperti taman kota, trotoar, jalan lingkungan hingga drainase, kata dia, harus dipandang sebagai aset bersama yang manfaatnya kembali kepada masyarakat.

Karena itu, Sri mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya agar memperluas edukasi publik secara berkelanjutan. Sosialisasi tidak hanya dilakukan melalui pemerintah, tetapi juga dapat melibatkan sekolah, organisasi kemasyarakatan, media lokal hingga lingkungan masyarakat paling kecil.

“Kalau hal ini terus dibiarkan, pemerintah akan terus terbebani dengan biaya perbaikan, padahal anggaran itu seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan di kawasan lain,” ujarnya.

Politisi Fraksi PKB tersebut menilai edukasi memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap fasilitas di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, semakin tinggi pemahaman warga mengenai manfaat sebuah fasilitas, semakin besar pula rasa tanggung jawab untuk menjaganya.

Ia juga meminta tokoh masyarakat, ketua RT dan RW, serta berbagai lembaga sosial ikut mengambil peran dalam membangun budaya menjaga fasilitas umum.

“Partisipasi sosial harus dibangun dari lingkungan terkecil. Ketika warga mulai peduli terhadap fasilitas di sekitar mereka, maka keberlanjutan pembangunan akan lebih terjamin,” tuturnya.

Sri menegaskan, pembangunan yang telah dilakukan pemerintah harus dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Sinergi antara pemerintah, DPRD dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun tidak kembali menjadi beban anggaran akibat kerusakan yang sebenarnya dapat dicegah.

“Edukasi publik ini bukan sekadar imbauan, tapi langkah nyata untuk menumbuhkan rasa memiliki bersama terhadap kota yang kita cintai,” pungkas Sri. nws/fwa-red

 

-
-
-