PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Rentetan kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya dalam kurun dua hari pada Jumat-Sabtu (2-3/10/2026). Sedikitnya enam kejadian kebakaran dilaporkan. Objek yang terbakar beragam, mulai dari café, rumah, sarang walet hingga gudang bansaw.
Kebakaran Café Amber Island di Jalan Kerinci
Dari rangkaian kejadian tersebut, kebakaran Café Amber Island di Jalan Kerinci Nomor 224B, Kelurahan Palangka, menjadi salah satu yang menimbulkan kerugian terbesar. Bangunan café tersebut ludes terbakar dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp500 juta.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya Urianinu Napulangit mengatakan, hasil investigasi sementara menunjukkan kebakaran di café tersebut diduga berkaitan dengan instalasi listrik.
“Dari hasil pemeriksaan lokasi, wawancara saksi dan evaluasi bukti yang tersedia, tim investigasi menduga kebakaran dipicu instalasi listrik pada bangunan utama,” katanya saat dikonfirmasi.
Dari pemeriksaan di lokasi, tim menemukan instalasi listrik menggunakan kombinasi kabel serabut dan kabel tembaga yang pemasangannya dinilai tidak sesuai standar. Ditemukan pula penggunaan kabel di bawah ukuran yang seharusnya, beban listrik berlebih, pemasangan kabel yang tidak rapi serta tidak menggunakan T-dus.
Kondisi tersebut diduga menyebabkan panas berlebih atau overheating hingga memunculkan percikan api.
Owner Café Amber Island, Wahyu (27), mengungkapkan sebelum kebakaran terjadi, pihaknya memang beberapa kali mengalami gangguan listrik. Aliran listrik tiba-tiba mati dan terkadang mengalami kondisi naik turun sejak café mulai beroperasi hingga sekitar dua bulan.
Gangguan tersebut telah dilaporkan kepada PLN. Pihak café kemudian memindahkan kabel SR ke simpang Jalan Kerinci. Setelah pemindahan, gangguan pada meteran disebut tidak lagi terjadi.
Namun, pada malam kejadian, sejumlah tamu sempat mengeluhkan adanya bau asap. Karena bau tersebut beberapa kali menghilang dan saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan sumber masalah, aktivitas café tetap berlangsung.
Situasi berubah ketika sejumlah tamu yang berada di ruang VVIP berlarian keluar karena melihat asap tebal dari lubang pembuangan AC. Tak lama berselang, api muncul dan dengan cepat menyambar ruangan tertutup tersebut.
Satu unit rumah dan satu sarang walet hangus terbakar di Jalan Talampe
Beberapa jam kemudian, kebakaran kembali terjadi di Jalan Talampe, kawasan Mahir Mahar, Kelurahan Kereng Bangkirai, sekitar pukul 11.30 WIB. Kali ini, satu unit rumah konstruksi kayu dan satu sarang walet hangus terbakar.
Saksi di sekitar lokasi, Mama Ari, mengaku pertama kali melihat kobaran api ketika sedang membersihkan halaman rumah.
“Aku kan bersih-bersih di depan rumah, mau nyapu. Tiba-tiba aku melihat kok ada kobaran api di situ,” tuturnya.
Warga yang melihat api kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Langkah cepat dilakukan karena lokasi kebakaran berada di dekat permukiman dan dikhawatirkan api merembet ke bangunan warga lainnya.
Hasil pemeriksaan Disdamkarmat menunjukkan kebakaran diduga bermula dari api di lahan bagian belakang. Api kemudian merambat melalui ilalang kering hingga mencapai bangunan sarang walet dan rumah.
Urianinu menyebut sumber api diduga berasal dari pembakaran sampah yang belum sepenuhnya padam atau puntung rokok yang dibuang sembarangan. Kondisi lahan yang kering membuat api mudah menjalar hingga masuk ke kolong rumah.
“Rumah tersebut berkonstruksi kayu dan berbahan kering sehingga mempermudah terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Sarang walet yang berada sekitar dua meter dari rumah ikut terbakar akibat rambatan api. Dari pemeriksaan di lokasi, petugas tidak menemukan bau bensin maupun bahan sejenis. Tidak ditemukan pula barang bukti yang mengarah pada korsleting listrik di dalam bangunan. Kerugian sementara akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp300 juta.
Bansaw Pahandut Seberang Terbakar
Selanjutnya, kebakaran kembali terjadi di Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Pahandut Seberang pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Sebuah gudang penyimpanan mesin penggerak bansaw ludes terbakar.
Karyawan bansaw, Adnan (38), mengatakan api diketahui ketika sudah membesar. Saat itu, tidak ada orang yang menyadari sejak awal karena kondisi sudah mulai malam dan aktivitas karyawan telah berkurang.
Ketika api terlihat, kebakaran sudah menyebar di sekitar gudang sehingga mesin-mesin di dalamnya tidak sempat diselamatkan.
Kondisi lingkungan sekitar juga membuat api cepat membesar. Di bawah gudang terdapat tumpukan serbuk gergaji yang berasal dari aktivitas pemotongan kayu. Serbuk tersebut dalam kondisi kering akibat musim kemarau.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, Disdamkarmat menduga api dipicu puntung rokok yang dibuang di sekitar gudang. Material kering berupa serbuk gergaji, oli dan kayu kemudian membuat api dengan cepat membesar.
Rumah Kosong Jalan Teuku Umar
Selanjutnya, pada pukul 22.00 WIB, kebakaran kembali terjadi di Jalan Teuku Umar. Sebuah rumah kayu yang telah lama kosong ludes terbakar. Kobaran api sempat membuat warga panik setelah terdengar suara ledakan dari dalam bangunan.
Warga setempat, Adit (35), mengatakan bahwa ada suara ledakan terdengar cukup keras dan kemudian disusul beberapa ledakan kecil.
“Yang pertama ada suara ledakan, ledakan nyaring yang pertama. Yang kedua disusul dengan ledakan kecil,” ujarnya.
Warga yang mendengar suara tersebut langsung keluar rumah untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi. Saat diperiksa, api ternyata sudah membesar. Menurut Adit, rumah tersebut sudah lebih dari enam bulan tidak ditempati pemiliknya.
Kepala Disdamkarmat Kota Palangka Raya Urianinu membenarkan adanya laporan tersebut diterima melalui Call Center 112 (CC112) sekitar pukul 22.46 WIB.
Petugas gabungan kemudian melakukan penyekatan dan penyemprotan air secara masif guna mencegah api menjalar ke bangunan di sekitar lokasi.
“Untuk penyebab pasti kebakaran maupun total kerugian material saat ini belum diketahui dan masih dalam tahap penyelidikan pihak berwenang,” bebernya.
Kebakaran di Jalan Sisingamangaraja VI
Sementara itu, kebakaran kembali terjadi di Jalan Sisingamangaraja VI, Kelurahan Menteng pada Sabtu (3/101/2026), sekitar pukul 11.49 WIB. Satu unit hunian berkonstruksi kayu milik warga bernama Diki dengan ukuran sekitar 6×6 meter hangus terbakar.
Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmay Kota Palangka Raya Alfrianto mengungkapkan, penanganan seluruh kejadian kebakaran dilakukan dengan mengerahkan personel Bidang Pemadaman dan Bidang Penyelamatan, dibantu unsur terkait di lapangan.
“Seluruh personel Bidang Pemadaman dan Bidang Penyelamatan dikerahkan sepenuhnya, didukung berbagai unsur terkait di lapangan, agar setiap titik dapat segera ditangani,” katanya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meskipun penyebab pastinya masih sedang digali. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Rumah Kosong di Jalan Galaxy III Terbakar
Memasuki sore hari, kebakaran kembali terjadi di sebuah rumah kosong di Jalan Galaxy III. Posisi bangunan yang berdekatan dengan barak dan rumah kos membuat penghuni sekitar panik dan berupaya keluar dari bangunan masing-masing.
Salah seorang penghuni kos, Anika (18) mengaku sedang berada di dalam kamar ketika mendengar teriakan warga.
“Awalnya lagi di dalam kos, dengan suara teriak-teriak. Aku panik, mau keluar dari kamar dan melihat dari jendela melihat apo sudah besar,” sebutnya.
Menurutnya, saat membuka pintu kamar, Anika melihat api sudah membakar sebagian bangunan di dekat tempat tinggalnya. Api juga sempat mengenai bagian belakang kos, meski tidak sampai menimbulkan kerusakan parah.
Seluruh penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Rentetan enam kebakaran dalam dua hari tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi musim kemarau.
Disdamkarmat Kota Palangka Raya mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap penggunaan instalasi listrik, memastikan tidak ada sumber api yang ditinggalkan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan di area yang terdapat material mudah terbakar. dte/fwa-red











