-
Hukrim

KRISIS PARAH AIR BERSIH DI KOTIM-Masyarakat Dilarang Minum Air dari PDAM

166
×

KRISIS PARAH AIR BERSIH DI KOTIM-Masyarakat Dilarang Minum Air dari PDAM

Sebarkan artikel ini
KIRIS PARAH AIR BERSIH DI KOTIM-Masyarakat Dilarang Minum Air dari PDAM. FOTO ISTIMEWA AI
-

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Sejumlah warga di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur mulai mengeluhkan kondisi air PDAM yang saat ini berubah menjadi asin. Sejumlah warga juga saat ini memutuskan untuk beralih mengkonsumsi air isi ulang untuk keperluan sehari-hari, untuk mengantisipasi dampak konsumsi dari air PDAM yang payau.

“Air PDAM dipakai untuk aktivitas mandi dan mencuci baju bahkan ketika tadi saya gosok gigi dan berkumur  rasa airnya asin,” ujar Lita yang merupakan warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Minggu (4/10/2026).

Sementara itu, Perumdam Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah untuk sementara tidak menggunakan air yang didistribusikan untuk keperluan konsumsi. Air yang mengalir ke pelanggan saat ini hanya diperuntukkan bagi kebutuhan mandi, mencuci dan kakus (MCK).

Direktur Perumdam Tirta Mentaya Ismanadi mengatakan, imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi kualitas air baku yang belum memenuhi standar untuk dikonsumsi. Karena itu, pelanggan diminta tidak menggunakan air tersebut untuk minum maupun memasak sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

“Air yang didistribusikan saat ini merupakan air nonkonsumsi. Jadi hanya untuk kebutuhan MCK, tidak untuk diminum atau digunakan memasak,” ujar Ismanadi.

Dia menjelaskan, air yang didistribusikan kepada pelanggan tetap melalui proses pengolahan. Tahapan pengolahan meliputi koagulasi, sedimentasi, filtrasi hingga disinfeksi.

Namun, kondisi kualitas air baku saat ini membuat air hasil distribusi belum dapat dinyatakan memenuhi standar untuk kebutuhan konsumsi. Karena itu, Perumdam mengambil langkah pencegahan dengan meminta pelanggan tidak menggunakan air tersebut untuk minum dan memasak.

Adapun wilayah yang terdampak imbauan tersebut meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan dan Mentawa Baru Ketapang.

Ismanadi meminta seluruh pelanggan di wilayah terdampak dapat memahami kondisi tersebut dan mengikuti imbauan Perumdam demi menjaga kesehatan.

“Kami mohon perhatian dan kerja sama seluruh pelanggan untuk tidak menggunakan air untuk keperluan konsumsi sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” tegasnya.

Perumdam Tirta Mentaya akan terus memantau kondisi kualitas air baku dan proses pengolahan. Informasi lebih lanjut mengenai perubahan status penggunaan air akan disampaikan kepada pelanggan setelah kondisi kualitas air dinyatakan memenuhi persyaratan. may/jsi-red

 

-
-
-