-
Hukrim

Razia THM Sampit, 2 Pengunjung Positif Narkoba

74
×

Razia THM Sampit, 2 Pengunjung Positif Narkoba

Sebarkan artikel ini
RAZIA-Petugas Polres Kotim dan BNNK Kotim melakukan tes urine kepada pengunjung THM. FOTO TABENGAN/MAYA
-

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim menggelar inspeksi mendadak (sidak) di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Sampit, Rabu (14/10/2026) malam. Hasilnya, dua dari 11 pengunjung yang menjalani tes narkoba secara sampling dinyatakan positif.

Kedua pengunjung tersebut masing-masing seorang perempuan dan laki-laki. Selanjutnya, keduanya akan menjalani rehabilitasi melalui BNN.

Kasat Resnarkoba Polres Kotim Suherman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut program 100 hari Kapolri, khususnya dalam upaya pemberantasan tindak pidana narkotika.

“Dari hasil sampling terhadap sekitar 11 orang, dua dinyatakan positif dan akan dilakukan rehabilitasi di BNN,” ujarnya.

Suherman menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara sampling karena keterbatasan alat tes yang tersedia. Petugas memilih pengunjung yang diperiksa berdasarkan pengamatan terhadap gestur dan gelagat yang dinilai perlu ditindaklanjuti.

Ia menegaskan, pemeriksaan serupa tidak hanya menyasar satu tempat hiburan malam. Ke depan, polisi berencana menyisir sejumlah THM lainnya, termasuk rumah kos dan lokasi yang dinilai rawan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

“Pada prinsipnya nanti semua tempat hiburan akan kita lakukan. Ada laporan atau tidak, kita akan lakukan. Termasuk kos-kosan dan kantong-kantong yang menurut kita rawan tindak pidana narkoba,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, situasi berlangsung aman dan kondusif. Para pengunjung yang menjalani pemeriksaan juga bersikap kooperatif sehingga tidak terjadi perlawanan terhadap petugas.

Selain sidak di tempat hiburan malam, Suherman turut membeberkan perkembangan penindakan di kawasan Baamang Hulu, Sampit, yang dikenal sebagai salah satu lokasi rawan peredaran narkoba.

Dalam kegiatan sebelumnya, sebanyak 31 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, sekitar 12 orang dinyatakan positif berdasarkan hasil tes dan selanjutnya menjalani rehabilitasi di BNN.

Meski demikian, petugas belum menemukan barang bukti narkotika yang dapat diamankan dalam kegiatan tersebut.

Suherman mengungkapkan, berdasarkan hasil profiling, terdapat seseorang yang masuk dalam target operasi (TO) di kawasan tersebut. Namun, dugaan itu belum didukung temuan barang bukti saat penindakan dilakukan.

“Kalau dari profiling kita ada, cuma pada saat itu barang buktinya belum ditemukan. Sebenarnya ada TO yang mau kita ambil di sana,” ungkapnya. may/fwa-red

-
-
-