-
Hukrim

Bapas Pangkalan Bun Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Sistem Bioflok

37
×

Bapas Pangkalan Bun Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Sistem Bioflok

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN-Kepala Bapas Pangkalan Bun Tigor Immanuel Hutabalian membuka pelatihan budidaya ikan untuk klien. FOTO BAPAS PANGKALAN BUN
-

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pangkalan Bun terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi warga binaannya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Kemandirian Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok yang resmi dimulai di kantor Bapas setempat, Senin (26/10/2026).

Kepala Bapas Kelas II Pangkalan Bun Tigor Immanuel Hutabalian, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan kemandirian ini dirancang khusus untuk membekali para klien pemasyarakatan dengan keterampilan praktis yang bernilai ekonomis tinggi. Bekal keahlian ini diharapkan mampu menjadi modal utama bagi mereka untuk kembali berintegrasi secara positif di tengah masyarakat.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan para klien pemasyarakatan tidak hanya mendapatkan pembinaan mental dan kepribadian, tetapi juga keterampilan riil yang bisa diandalkan. Budidaya ikan sistem bioflok dipilih karena memiliki prospek bisnis yang bagus serta aplikatif untuk dikembangkan secara mandiri,” ujar Tigor Immanuel Hutabalian saat membuka acara.

Memasuki sesi inti, kegiatan menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Tyas Susilo, S.P., selaku Penyuluh Perikanan dari Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan. Dalam pemaparannya, ia mengenalkan konsep dasar sistem bioflok yang memanfaatkan bakteri dan mikroorganisme untuk mengurai limbah organik sekaligus menjaga kualitas air kolam.

Para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai berbagai keunggulan metode modern ini, di antaranya efisiensi penggantian air, kemampuan padat tebar ikan yang lebih tinggi, penghematan pakan, serta sifatnya yang ramah lingkungan. Selain itu, narasumber juga memaparkan tahapan teknis mulai dari persiapan kolam dan air, penebaran benih, pengelolaan kualitas air, hingga penanganan penyakit dan proses pemanenan.

Tidak hanya berhenti pada aspek teknis budidaya, materi pelatihan juga diperkaya dengan pembahasan mengenai peluang usaha komersial lele sistem bioflok. Sesi ini membekali peserta dengan wawasan kewirausahaan agar mereka mampu membaca potensi pasar dan mengelola hasil panen menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.

Melalui penyelenggaraan pelatihan hari pertama ini, pihak Bapas Pangkalan Bun berharap seluruh peserta dapat menyerap materi dengan baik guna mendukung kemandirian ekonomi pasca-menjalani masa pembinaan. Kegiatan akan terus dilanjutkan pada hari-hari berikutnya sesuai dengan jadwal dan kurikulum yang telah dirancang secara sistematis. fwa

 

-
-
-