Kejurda Tinju Amatir JBC, Palangka Raya Juara Umum

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kejuaraan daerah tinju amatir yang digelar Jahan Boxing Camp (JBC) Palangka Raya telah selesai digelar. Pelaksanaan kegiatan ini bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI pada 5-7 di KONI Provinsi Kalteng dan telah menghasilkan para juara.

Ketua panitia pelaksana Pinten mengatakan, secara umum penyelengagraan kegiatan lancar, aman dan sukses dan dari hasil evaluasi tidak ada kekurangan yang terlalu signifikan, meskipun ada, namun itu bisa dalam penyelenggaraan. Meskipun diakuinya, dalam penyelenggaraan ada beberapa keterbatasan seperti saat babak final listrik tiba-tiba padam.

“Di dalam penyelenggaraan kegiatan ini sangat positif dan ini menjadi awal kami, bisa berkomunikasi dengan kementerian untuk menyelenggarakan event di Kalteng, khususnya di Palangka Raya, kami hanya melaksanakan, yang mendanainya itu adalah sepenuhnya dari pihak kemenpora,” kata Pinten yang juga pemilik JBC, Senin (8/10).

Dari jumlah data panitia, peserta yang mengikuti Kejurda ini sebanyak 60 petinju dari 8 daerah, Palangka Raya, Pulpis, Kapuas, Barsel, Katingan, Kotim, Kobar dan Murung Raya. Hasil dari kejuaraan ini, secara keseluruhan Kota Palangka Raya memperoleh 7 medali emas dan kelaur sebagai juara umum. Juara keduanya Katingan dengan 4 emas dan Kotim meraih juara ketiga dengan 3 emas. sementara itu Kapuas dan Kobar masing-masing meraih 2 emas dan Mura 1 emas.

Untuk kategori petinju terbaik berasal dari Palangka Raya atas nama Dimas Yoga 1 emas. Ia dinobatkan menjadi petinju terbaik setelah melalui penilaian teknik bertinju, kekuatan fisik, tak tik yang diterapkan cukup bagus dan jumlah penampilan dalam event tersebut, selain itu tidak banyak membuat pelanggaran.

Untuk kategori petinju favorit dari Murung Raya atas nama Dony Saiful. Petinju ini paling banyak mendapatkan sorakan setiap kali penampilannya. Kemudian untuk kategori harapan, Fila Lestari usia 13 tahun. Ia dinobatkan petinju harapan karena usia yang masih muda sehingga bisa dibina untuk jangka panjang, selain itu sudah pernah meraih juara nasional. Ketiga petinju ini semuanya meraih medali emas.

“Saya berharap pada tahun 2019 nanti event ini bisa digelar lagi, namun dalam skala lebih besar dari yang sekarang dan sifatnya kejuaraan terbuka, sehingga ada juga peserta dari nasional dan yang melaksanakannya tetap Jahan Boxing Camp,” imbuh Pinten.

Kegiatan ini digelar dalam rangka untuk memeriahkan hari kesaktian Pancasila 1 Oktober dan pemanasan atlet sebelum bertanding di Porprov, menambah jam terbang dari para atlet, selain itu memperkenalkan olahraga tinju di Kalteng .

Menurut Pinten, antusiasme peserta sangat tinggi, sejumlah daerah sebenarnya ingin ikut namun karena pertimbangan pelaksanaan Porprov yang tinggal kurang lebih satu minggu lagi, sehingga khawatir atletnya cidera, kemudian waktu pelaksanaan juga terbatas, sehingga jumlah pesertanyapun dibatasi. Hadiah untuk para pemenang mendapatkan medali, piala dan sejumlah uang pembinaan.

Sementara untuk kategori harapan, dinilai dari cara tinjunya bagus usia masih muda dan bisa dibina untuk jangka panjang kategori ini usia petinjunya kemarin masih 13 tahun, tapi sudah juara nasional saat tampil di Kejurnas antar PPLP.

Sementara itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalteng yang diwakili Nurani Mahmudin,Wakil Ketua Umum Bidang Oraganisasi dan Manajemen memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut, hal ini menjadi contoh untuk cabang olahraga yang lain untuk melakukan terobosan.

“Jangan hanya terpaku dengan bantuan KONI atau pemerintah daerah saja, tetapi bagaimana pengurus cabor itu bisa berkreasi, berdedikasi untuk mencari terobosan dalam rangka menunjang program pembinaan prestasi atlet. Kayak kemarin kan bisa melobi Kemenpora RI, kita harapkan begitulah untuk cabor lain, memang cabang olahraga prestasi itu anggota KONI, tapi jangan semuanya ke KONI, tapi harus bisa punya kreasi, inovasi sehingga program pembinaan terus berjalan,” kata Nurani.yml