PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti batal berkunjung ke Provinsi Kalteng. Pasalnya, saat ini Kalteng sedang berduka dengan gugurnya 7 orang pada kecelakaan speedboat di Sungai Sebangau, Kota Palangka Raya, dalam rangka mempersiapkan kunjungan Raja dan Ratu Kerajaan Belanda tersebut, Senin (9/3).
“Kita sedang berdukacita dengan meninggalnya abdi negara ini. Antara lain ada Dandim Kuala Kapuas Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono dan 6 orang dari UPT Taman Nasional Sebangau,” ujar Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, usai penyerahan bantuan kepada masyarakat yang menemukan para korban laka air di Palangka Raya, Selasa (10/3).
Pagi kemarin, jelas Sugianto, hal tersebut sudah disampaikan kepada Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, yang diperintahkan oleh Presiden RI untuk mendampingi Raja dan Ratu Belanda tersebut saat berkunjung ke Kalteng.
Selain itu, informasi tersebut juga dikoodinasikan dengan Kementerian Luar Negeri tentang keadaan di daerah. Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan rapat koordinasi, bahkan sudah siap untuk menerima kunjungan Raja dan Ratu Belanda.
“Namun, akhirnya dibatalkan, dengan keadaan kita yang sedang berdukacita,” tegas orang nomor satu di Provinsi Kalteng tersebut. Dari Kedutaan Besar Belanda pun, lanjut Sugianto, telah menyampaikan ucapan belasungkawa.
“Kita sedang berdukacita dan ini sudah terjadi. Para korban yang meninggal ini mari kita doakan agar diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan,” ujarnya.
Kendati demikian, terang Sugianto, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada Kedutaan Besar Belanda semoga nanti mereka menjadwalkan ulang agar Raja dan Ratu Kerajaan Belanda untuk berkunjung ke Kalteng.
Terpisah, Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya telah menggelar Rapat Koodinasi Wilayah (Rakorwil) Pengamanan VVIP kunjungan Raja dan Ratu Kerajaan Belanda ke Wilayah Provinsi Kalteng, di Aula Eka Hapakat, lantai III Kantor Gubernur Kalteng, Selasa, mengatakan, Raja Belanda ini setingkat dengan Presiden dan pengamanannya pun sama.
Dia berharap kerja sama dari semua pihak dalam pelaksanaan kunjungan Raja dan Ratu Kerajaan Belanda ke wilayah Provinsi Kalteng. Pemprov Kalteng, kata Habib, berterima kasih atas adanya kegiatan-kegiatan ini, karena akan mengangkat nama Provinsi Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya.
“Jadi kita berterima kasih sekali Kota Palangka Raya dijadikan tempat atau tujuan destinasi dari kunjungan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima. Kita harapkan dengan adanya Rakor ini semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Sementara, Pangdam XII Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, pengaman Raja adalah salah satu bentuk operasi yang harus dilaksanakan, karena pengamanan terhadap kunjungan kerja kepala negara itu setingkat dengan Presiden maupun Wakil Presiden RI.
“OIeh karena itu, mari kita lakukan dengan penuh tanggung jawab. Ini saatnya kita menunjukkan kepada dunia internasional bahwa semua aparat yang ada di wilayah Kalteng ini betul-betul bisa menunjukkan kerja yang profesional, sehingga pelaksanannya nanti berjalan lancar, aman, tertib, bisa memenuhi keinginan dari tamu, dan betul-betul mendapat nilai positif,” katanya.
Komandan Korem 102/Panju Panjung, Kolonel Arm Syaiful Rizal mengatakan, pihaknya dipimpin langsung oleh Panglima untuk terus melakukan persiapan, karena sampai saat ini belum ada perintah baru, namun akan menyesuaikan dengan perintah terakhir.
Sebelumnya dijadwalkan, pada 11 Maret 2020 malam, rombongan Raja dan Ratu Kerajaan Belanda tiba di Palangka Raya. Selanjutnya pada 12 Maret 2020 akan dilaksanakan sejumlah kegiatan, dan pada 13 Maret 2020 pagi berangkat ke Sumatera Utara. dkw/fwa











