PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Berdasarkan data terbaru tentang Virus Corona (Covid-19) yang dirilis Dinas Kesesahatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyebutkan kasus terkonfirmasi covid-19 di daerah ini nol.
Meski demikian, juru bicara terkait covid-19, Dinkes Kalteng dr. Endang Sri Lestari, M.Kes, mengakui ada sebanyak enam pasien dalam pengawasan (PDP) dan satu orang dalam pengawasan (ODP) di wilayah setempat.
“Kalau kasus terkonfirmasi Covid-19 adalah NOL,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kalteng dr Endang Sri Lestari, saat menyampaikan keterangan pers di Palangka Raya, Kamis (12/3).
Menurutnya, enam orang PDP itu masih dirawat dan telah diambil sampelnya, kemudian dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan RI. Laboratorium tersebut satu-satunya yang menentukan PDP apakah positif maupun negatif.
Hingga saat ini keenamnya masih menunggu hasil laboratorium tersebut. Menurutnya 2-3 minggu yang lalu Litbangkes memeriksa sekitar 136 sampel dari seluruh Indonesia dan saat ini sudah sekitar 300 sampel.
“Karena yang ditunjuk Kemenkes hanya satu tempat itu saja untuk memeriksa, maka sudah menjadi risiko jika terjadi penumpukan sampel dan hasil pemeriksaannya pun harus menunggu lebih lama untuk diketahui karena antre,” katanya.
Padahal pemeriksaan satu sampel, normalnya hanya memerlukan waktu sekitar lima jam. Tetapi karena banyaknya antrean sampel dari seluruh Indonesia, sehingga akhirnya harus memakan waktu cukup lama. Dalam hal ini, pihak rumah sakit sudah menghubungi Litbangkes, namun hasilnya memang masih harus menunggu.
Dalam hal antisipasi masuknya covid-19 ke daerah ini, lanjut Endang, telah membentuk dua tim Covid-19. Yaitu, tim klinis (tim medis) dan tim lapangan.
Tugas tim klinis ini isinya adalah para dokter dari rumas sakit yang meliputi spesialis paru, penyakit dalam, dokter umum, perawat, pencegahan penyakit infeksi dan tim-tim ini juga ada di setiap rumah sakit dan mereka wajib membuat simulasi penanganan pasien.
Sementara tim lapangan ini adalah tim yang akan mengawasi ODP, sehingga tim ini adalah dari dinkes kabupaten/kota yang memiliki data ODP. dkw











